MAKASSAR, BKM — Keberadaan PT Pupuk Kaltim dalam memproduksi berbagai macam pupuk di Indonesia, setidaknya telah banyak membantu kalangan petani di tanah air dalam meningkatkan produksinya. Khusus untuk wilayah Sulawesi Selatan, Pupuk Kaltim mendapat bagian menyuplai pupuk jenis urea.
”Saat ini Pupuk Kaltim memproduksi lima jenis pupuk bersubsidi, masing-masing Urea, SP-36, ZA, NPK, dan Organik. Khusus untuk wilayah Sulsel, kami mendapat tugas menyalurkan pupuk bersubsidi jenis Urea. Sedangkan untuk jenis pupuk lainnya yang dibutuhkan kalangan petani di daerah ini, itu didistribusikan produsen pupuk lainnya yang masuk dalam grup PT Pupuk Indonesia,” jelas Superintendent Hubungan Internal Departemen Humas Pupuk Kaitim, Nurdi Saptono, di sela acara Sosialisasi Product Knowledge dan Media Tour, di Hotel Myko and Convention Makassar, Selasa (4/9).
Didampingi Nour El Haq, Manajer Pemasaran PSO 2, Nurdi menambahkan, kegiatan in merupakan ajang silaturahmi. Sekaligus untuk memperkenalkan produk Pupuk Kaltim agar diketahui kalangan media. Sekaligus bagaimana mekanisme penyaluran pupuk yang dilakukan Pupuk Kaltim kepada masyarakat petani selama ini. Karena hampir setiap saat muncul pemberitaan kelangkaan dan pemalsuan pupuk.
”Kami berharap teman-teman media bisa mengetahui dan membedakan mana pupuk asli dan palsu. Pada kesempatan ini kami juga memberikan penjelasan tentang pola Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Juga, siapa saja yang berhak mendapat pupuk bersubsidi,” ujar Nurdi.
Untuk menjaga stok aman, kata Nurdi, produksi pengadaan pupuk bersubsidi telah ditentukan berdasarkan SK Menteri Pertanian (Mentan). Pengadaan pupuk bersubsidi semua dari pusat produksi di Bontang, kemudian akan disalurkan ke Distribution Center (DC) yang tersebar diberbagai daerah. Termasuk di Makassar.
Proses pendistribusian pupuk bersubsidi, tambah Nurdi, dilakukan menggunakan distribusi pupuk bersubsidi secara tertutup dengan sistem distribusi RDKK. Sehingga untuk memperoleh pupuk petani diwajibkan menyusun RDKK.
Untuk Sulsel sendiri, kata Kepala Pemasaran Pupuk Kaltim Wilayah Sulsel, Slamet Sunardi, hingga akhir Agustus 2018 ini, telah disalurkan pupuk urea bersubsidi sebanyak 214.310 ton. Jumlah ini masih tersisa sekitar 63.570 ton dari yang dialokasikan sesuai SK Mentan.
”Untuk wilayah Sulsel ini, distribusi pupuk terbesar berada di Kabupaten Bone, disusul Kabupaten Jeneponto. Tingginya penyerapan pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Jeneponto, karena daerah ini termasuk produsen jagung kuning terbesar,” kata Slamet. Dalam mengamankan distribusi pupuk subsidi dan mencegah terjadinya penyimpangan penyaluran di lapangan, Pupuk Kaltim terus berupaya melakukan peningkatkan stok di daerah melebihi dari ketentuan yang berlaku. (mir)
Pupuk Kaltim Telah Distribusikan 214.310 Ton Urea di Sulsel
×

