MAROS, BKM — Mengantisipasi kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI), Divisi Infrantri 3 Kostrad mengajak warga, tokoh agama, organisasi masyaralat, serta pemerintah daerah untuk berdialog dalam komunikasi sosial. Kegiatan dialog ini untuk mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kepala Staf Divisi Infanteri 3/Kostrad Brigjen TNI, Dwi Darmadi, mengatakan, bahaya laten komunis di Indonesia perlu diantisipasi sejak awal. Dia beranggapan, PKI tidak akan pernah habis. Karena itulah, perlu diantisipasi sejak awal. Tentara dan masyarakat harus bekerjasama dalam mengantisipasi kebangkitan PKI.
”Apalagi dibulan September ini. Kita jangan lengah. Harus bekerjasama untuk mengantisipasi kebangkitan komunis. Dalam proses sejarah, PKI akan lahir kembali. Mereka tidak benar-benar mati. Makanya, kita harus terus mengantisipasi,” jelasnya.
Selain mengajak mengantisipasi bahaya laten komunis, Kasdiv Infrantri 3 ini juga mengajak untuk tetap menjaga keutuhan NKRI. Jangan sampai, kata dia, Indonesia akan dikuasai negara asing.
Dia mencontohkan ada beberapa perusahaan-perusahaan asing yang telah menancapkan kekuasaanya di beberapa wilayah. Padahal, kata dia, pemerintah Indonesia juga punya perusahaan yang sama. Hanya saja tidak bisa maju karena tekanan-tekanan ekonomi dari perusahaan luar.
Jangan sampai masyarakat Indonesia akan menjadi penonton di negaranya sendiri terhadap negara lain yang meraup keuntungan besar di Indonesia. Mereka memiliki beberapa perusahaan besar di Indonesia. Secara perlahan mereka mulai menguasai Indonesia tanpa kita sadari. Jangan sampai hal ini terus berlanjut. Kita harus mewaspadai itu,” tegas mantan Dandim Madiun ini.
Terkait kegiatan komuniasi sosial tersebut, Dwi Mahardi menuturkan , itu merupakan salah satu bagian dalam rangka bela negara. Karena ini merupakan bahaya laten. Dalam dialog tersebut, melibatkan stakeholder dan tokoh masyarakat serta unsur pemuda.
Diharapkan mereka dapat terjun ke lingkungannya untuk memberitahukan tentang bahaya laten komunis serta mewaspadai penjajahan dari negara lain dalam bentuk yang berbeda, seperti investasi besar-besaran dan menguras kekayaan bangsa Indonesia.
”Generasi muda tetap dilibatkan supaya mereka faham. Kalau tidak bisa bersatu, maka masa-masa kelam penjajahan itu akan terulang lagi. Kegiatan ini akan terus dilakukan pertiga bulan,” ungkapnya. (ari/mir/c)
Divisi Infanteri 3 Kostrad Antisipasi Kebangkitan PKI
×

