GOWA, BKM — Desa Pakkatto Kecamatan Bontomarannu yang berinovasi mencipta Pos Pelayanan Desa Inklusi Berbasis Online akhirnya menjadi inovator desa terbaik kategori pelayanan informasi dan transparansi publik tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Kades Pakkatto, Muhammad Basir pun didaulat membeberkan inovasinya tersebut dalam Bursa Inovasi Desa yang digelar di Gedung Haji Bate, Selasa (25/9/2018).
Bursa Inovasi Desa yang dibuka resmi Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan bersama Wabup Abd Rauf Malaganni ini diikuti 121 desa dan memamerkan seluruh inovasinya di gedung Haji Bate.
Menurut Kades Pakkatto Muhammad Basir, inovasi Pos Pelayanan Desa Inklusi Berbasis Online ini salah satu indikator terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat yang dapat dilihat dari kualitas layanan publik pemerintah itu sendiri.
“Yang berhasil kami dorong kemarin itu Pos Pelayanan Desa Inklusi Berbasis Online, inilah yang akan menjadi wadah diskusi dan pengaduan bagi kelompok masyarakat seperti penyandang disabilitas, perempuan, anak dan semua masyarakat yang menjadi bagian dari desa, sehingga bisa menghasilkan juara seperti ini, apalagi desa kami telah menjadi desa percontohan penyandang disabilitas,” kata Basir dihadapan Bupati Adnan.
Basir menjelaskan, Pos Pelayanan Berbasis Online ini salah satu implementasinya dibuat dalam bentuk grup WhatsApp (WA) yang didalamnya lebih 70 persen warga Pakatto yang bergabung.
“Kami buat grup WA yang dihuni sekitar 70 persen warga Desa Pakkatto. Jadi melalui media ini, masyarakat bisa mengadu atau menyelesaikan semua masalah warga desa, jika mengalami terkendala dalam pelayanan kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan, tanpa membeda-bedakan masyarakat kami,” jelas Basir.
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dalam Bursa Inovasi Desa ini turut mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang ditorehkan Desa Pakatto.
Bahkan Adnan mengatakan, ini bisa menjadi motivasi bagi setiap desa yang ada di Kabupaten Gowa, khususnya dalam menciptakan sebuah inovasi.
“Kami tentunya sangat bangga dengan desa yang telah menorehkan beberapa prestasi, dan semoga kedepannya ini bisa menjadi motivasi bagi setiap desa agar lebih bekerja keras lagi dalam membangun desanya, dengan menciptakan inovasi yang mengikuti perkembangan zaman,” kata Adnan.
Bupati termuda se kawasan timur Indonesia ini mengaku, sudah menjadi komitmen Pemkab Gowa dalam pembangunan desa, terbukti dengan menganggarkan alokasi dana desa yang mencapai 10 persen.
“Ini kita lakukan untuk mensinergikan program Gowa dengan pemerintah desa sehingga yang beberapa desa mampu mendapatkan prestasi, salah satunya Desa Pakkatto ini,” kata Adnan.
Adnan pun berharap dengan adanya bursa tersebut dapat berdampak positif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat desa.
Selain Desa Pakkatto, Desa Kanjilo Kecamatan Barombong juga meraih terbaik ketiga pada kategori penguatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. (saribulan)

