GOWA, BKM — Nurhaniah Kari adalah satu dari sekian banyak caleg Partai Golkar yang siap berkompetisi di parlemen. Niatnya melangkah ke parlemen Provinsi Sulsel diyakininya sudah mantap.
Nurhaniah Kari yang juga baru melepas keterikatannya sebagai seorang ASN pada Juli 2018 lalu ini, kini mempersiapkan diri masuk kembali ke ajang kompetisi caleg.
Nurhaniah mengaku mengulang kembali kariernya di dunia perpolitikan semenjak dia pernah merasakan duduk di kursi parlemen di era 1992-1997 silam.
Saat Nurhaniah terangkat jadi PNS (sekarang ASN) pada tahun 1990, perempuan berpostur kecil namun gesit ini sempat duduk di parlemen Gowa selama dua periode berawal pada Pemilu 1992 dan Pemilu 1997.
Nurhaniah duduk mewakili generasi muda Golongan Karya (Golkar) ketika masa itu Golkar belum menjadi partai.
“Waktu itu saya sudah PNS namun saya tidak keluar dari PNS dan duduk menjadi legislator sebab saat itu memang aturannya dibolehkan PNS merangkap. Saat itu juga masih ada fungsi dwi ABRI. Saya pun berkutet dengan waktu menjalani dua periode sebagai anggota dewan saat itu. Dan sekarang saya maju kembali untuk mewakafkan diri saya kepada rakyat Gowa dan akan memperjuangkan aspirasi rakyat daerah ini melalui parlemen Sulsel Dapil 3 (Gowa-Takalar),” ungkap Nurhaniah.
Kepada Beritakota Makassar, organisator ini kurang lebih mengabdi di eksekutif selama 21 tahun dan selebihnya di legislatif.
“Alhamdulillah, saya sudah pensiun makanya saya ingin kembali mewakafkan diri saya kepada Republik tercinta ini melalui jalur legislatif,” jelas kader sejati Partai Golkar ini.
Menurutnya, masuk rana legislatif itu tidak lain akan berbaur dengan program utama yakni fungsi legislasi untuk membuat undang-undang yang berpihak pada rakyat.
“Selanjutnya fungsi budget yaitu membuat anggaran untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat dan fungsi pengawasan (kontrolling) untuk mengawasi jalannya pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance),” ungkapnya menguak sedikit tentang pengalamannya berada di parlemen.
Menurut Nurhaniah, Partai
Golkar begitu banyak mewarnai perjalanan kariernya. “Saya sudah punya chemistri dengan Partai Golkar makanya saya tetap membawa bendera partai ini,” kata pemegang nomor uruy 6 di Dapil 3 tersebut.
Nurhaniah tak menampik kesiapannya menuju parlemen sangat dipersiapkannya. Apalagi pola pencalegan di era kini beda jauh dengan era lalu dimana dulu dirinya duduk karena penunjukan perwakilan.
“Sekarang modelnya beda. Sangat beda karena harus berjuang dan berkompetisi dengan caleg lainnya baik dari partai sendiri maupun partai lainnya. Tentunya saya akan bekerja keras. Sosialisasi saya ke masyarakat tentunya lebih besar. Saya tidak pungkiri. Dan saya maju ini tentu sudah siap lahir batin,” jelas aktivis yang bertitel magister pendidikan ini. (saribulan)

