pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Lirik Bantaeng Kawasan Industri Baru

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (NA) berusaha mencari sektor baru untuk menggenjot investasi tetap berkembang di Sulawesi Selatan. Salah satunya, dengan melirik kawasan industri baru di Sulsel. Ada tiga daerah yang diincarnya sebagai kawasan industri baru. Yakni Kabupaten Maros, Kota Palopo, dan Kabupaten Bantaeng.
Namun, yang menjadi fokus dan prioritasnya adalah kehadiran Kawasan Industri Baru (KIB) di Kabupaten Bantaeng.
NA menilai Bantaeng lebih unggul dan lebih berpotensi menjadi KIB dibanding daerah lain yang sudah digagas oleh gubernur sebelumnya.
Ia berdalih Bantaeng sudah ada, berjalan kawasan industri yang jauh lebih maju sejak dirinya menjadi bupati dua periode di sana. Selain itu, masalah infrastruktur pendukung juga jadi alasannya.
“Jadi (Bantaeng) harus diprioritaskan karena jika disana ekspor tidak mengganggu jalan umum,” kata Nurdin seusai bertemu pimpinan PT Kima.
Padahal Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam beberapa bulan terakhir memang tengah menggenjot Kawasan Industri Baru (KIB). Bahkan PT Kawasan Industri Makassar (Kima) sudah mengusulkan ekspansi di Kabupaten Maros.
Namun NA lebih mengunggulkan daerah asalnya lantaran Bantaeng disebutnya sudah punya pelabuhan yang bisa terintegrasi dengan pelabuhan internasional. Dibanding Maros yang baru akan dimulai.
PT Kima diminta untuk mempermudah perizinan dan lahan agar investor bisa tertarik. Kuncinya, PT Kima bisa menghadirkan kawasan industri yang menyerap tenaga kerja lokal untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Sulsel.
“Kalau mau berinvestasi kuncinya pada tanah harus murah, kalau investasi tidak masuk jangan bicara soal pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Saya minta bagaimana mempermudah investasi dan Kima sudah ngomong akan ekspansi ke Maros,” tambahnya.
Setelah Bantaeng, NA baru menyebut Maros, Takalar, Palopo dan Wajo yang akan digilir dan bisa diperjuangkan. “Jadi, ini bisa jadi pusat pertumbuhan ekonomi baru nantinya,” tambahnya.
Direktur Utama PT Kima, Abdul Muis memastikan pembukaan kawasan industri baru tahun ini. Pengembangan kawasan sudah memasuki tahap pembebasan lahan.
Ia mengatakan kawasan industri baru ini akan dibangun di daerah penyangga Makassar. Pihaknya berencana membebaskan lahan seluas 100 hektare di daerah Maros. Kata dia, ekspansi sebenarnya sudah sangat lama direncanakan.
“Tak perlu lagi ditunda untuk pengembangan kawasan industri baru ini. Sementara kawasan baru ini disebut Kima 2,” ungkap Abdul Muis.
Pengembangan kawasan industri baru ini lanjut Muis, sudah sangat mendesak seiring padatnya kawasan industri yang sudah ada. Jumlah perusahaan yang menempati lahan Kima sekarang sekira 250 perusahaan di lahan 330 hektare. Dan bisa menyerap 25 ribu tenaga kerja.
“Semakin padat dan macet. Sementara pabrik dan industri baru makin banyak ekspansi ke Sulsel. Rencananya, kawasan industri baru ini fokus ke manufaktur,” jelasnya.
Abdul Muis melanjutkan untuk pengembangan kawasan industri baru ini diperkirakan menelan dana triliunan rupiah. Kawasan industri baru nanti ini konsepnya akan mengikuti kawasan industri moderen di pulau Jawa.
“Kawasan industri baru ini tak akan kalah pengelolaannya. Standarnya minimal seperti kawasan industri di Surabaya atau Jakarta,” jelasnya.
Pihaknya pun membuka kerja sama untuk pengembangan kawasan industri baru ini. Baik investor lokal maupun dari luar negeri. Pemilihan lokasi di Maros ini karena aksesnya nanti dekat dengan jalur kereta api Trans Sulawesi dan pelabuhan.
“Kawasan industri baru ini diharap paling tidak menampung 100 perusahaan atau pabrik,” tutupnya.(rhm)



×


Lirik Bantaeng Kawasan Industri Baru

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar