GOWA, BKM — Jumlah pengungsi korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi yang datang ke Kabupaten Gowa, bertambah 13 jiwa. Beberapa hari sebelumnya telah datang 21 jiwa warga. Mereka ditampung di satu tempat penampungan di Kelurahan Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu.
Sehingga total pengungsi Sulteng di Somba Opu sudah 34 jiwa. Para korban gempa itu dijemput Relawan Posko Tumanurung Gowa di Bandara Lanud Hasanuddin, Makassar menggunakan pesawat Hercules, Sabtu (6/10).
Jannah selaku Koordinator Relawan Posko Tumanurung Gowa, mengatakan, pihaknya sejak Rabu dinihari hingga Sabtu kemarin telah menerima pengungsi Sulteng sebanyak 34 jiwa meliputi 7 orang laki-laki dewasa, 9 orang perempuan dewasa, 11 orang anak-anak dan lansia sebanyak 7 orang.
”Beberapa hari lalu, ada lima pengungsi yang telah dijemput keluarganya menuju Kalimantan. Namun, saat ini kami kembali menerima pengungsi sebanyak lima jiwa dari Kabupaten Sigi dan Kota Palu. Jadi otomatis sampai saat ini pengungsi yang ada di Posko masih tetap 34 jiwa,” jelas Jannah.
Menurutnya, sampai saat ini pihaknya masih memikirkan jangka panjang terkait kebutuhan para pengungsi, seperti makanan siap saji, pakaian, dan kebutuhan lainnya.
”Untuk saat ini para pengungsi sangat membutuhkan bantuan dari masyarakat Gowa, khususnya makanan siap saji. Sebab sampai saat ini di Posko itu belum ada dapur umumnya,” ujarnya.
Jannah menambahkan, bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuannya, bisa membawa langsung ke Posko relawan di Jalan Tumanurung, Sungguminasa.
Adapun para korban gempa di Palu, Sigi dan Donggala yang mengungsi di Kabupaten Gowa, masing-masing Cipto Lahanto (61), Nurmin (52), Sri Hikmah (30), Muh Aiman (16), Muh Arif Nugrah (4), Hj Rugaya (57), Aziza (69), Hj Maemuna (95), Hj Kumala (69), Akraf (2 bulan), Muh Rafif (8), Zulfa Agila (10), Muh Ardian (10), Kayla (11), Muh Rusli (12), Annisa (16), Eza (4), Akbar (8), Agus (9), Winda (11), Ahmad (38), Harum (48), Akbar (54), Munafri (40), Syaiful Bahri (33), Apris (38), Muh Purwadi (18), Wahira (49), Nurhayati (44), Susi Susanti (27), Fitri (48), Sherly (41), Nurmia (35), dan Zulfaizah (39). (sar/mir)
Pengungsi Palu dan Sigi di Gowa Bertambah
×

