MAROS,BKM- Ratusan guru Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di 14 kecamatan se Kabupaten Maros, melakukan aksi mogok mengajar. Mereka kemudian berkumpul di lapangan Pallangtikang sebelum akhirnya bergeser ke kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Maros.
Aksi mogok kerja tersebut dilakukan, karena mereka menuntut beberapa hal. Selain meminta kejelasan terkait status pengangkatan mereka menjadi CPNS, mereka juga menuntut kejelasan Surat Keputusan (SK) pengangkatan mereka dari bupati Maros.
Selama ini, guru sukarela tersebut hanya mengantongi SK pengangkatan dari kepala sekolah tempat mereka mengabdi. Sementara untuk mengurus beberapa hal yang berkaitan dengan kesejahteraan guru honorer, mereka membutuhkan SK pengangkatan yang ditandatangi Bupati Maros, HM Hatta Rahman.
Koordinator aksi, Muhammad Iqbal, menuturkan, guru sukarela ingin membuat Nomor Unik Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Untuk mendapatkan NUPTK, tenaga sukarela ataupun honorer harus memiliki SK pengangkatan yang dikeluarkan bupati Maros.
Iqbal menjelaskan, NUPTK itu sangat mereka butuhkan. Khususnya yang ingin mendapatkan beasiswa. Selain itu, salah satu persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi, guru honorer harus memiliki NUPTK. (ari/mir/c)
Guru Sukarela Tuntut SK Bupati Maros
×

