GOWA, BKM — Perjuangan enam putra daerah yang mampu menorehkan nama Gowa di kancah Asean dan Nasional baik pada pesta olahraga Asean Games 2018 lalu maupun lomba pidato dan duta pelajar tingkat nasional 2018 diapresiasi tinggi Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.
Apresiasi tersebut diwujudkan dalam sebuah penghargaan dan diserahkan Bupati Adnan saat momen peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 90 yang digelar secara upacara di halaman kantor Bupati Gowa, Senin (29/10/2018) pagi.
Enam pemuda Kabupaten Gowa yang menerima penghargaan atas prestasinya membawa nama kabupaten di kancah nasional dan Asean yakni Anwar Tarra, atlet dayung asal Gowa yang membela nama Indonesia di Asean Games 2018 dan pernah meraih medali emas pada Asean Games 2010 di China.
Juga Reski Wahyuni kelahiran Dusun Manyampa, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa yang juga atlet dayung yang membela Indonesia di ajang Asean Games 2018 kemarin.
Selain dua pedayung tersebut, juga ada Multazam Achmad, asal Desa Bone, Kecamatan Bajeng. Multazam berprestasi juara 1 Lomba Pidato tingkat Nasional tahun 2018.
Kemudian Surya Athala Naufal dan Suci Ramadhani keduanya atlet bulutangkis Gowa yang meraih medali emas kategori taruna pada Kejurnas Bulutangkis di Bangka Belitung Desember 2017 lalu.
Dan Nurannisa Taswin, mahasiswi UIN Makassar asal Gowa yang menjadi juara Duta Pelajar Indonesia 2018 yang diadakan oleh Generasi Muda Nusantara Anti Narkotika (Genetika).
Kepada keenam pahlawan olahraga tersebut, Adnan menegaskan seluruh generasi sekarang telah berhutang budi kepada tokoh pemuda tahun 1928 yang telah mendeklarasikan sumpah pemuda, sehingga menjadi pelopor pemuda untuk membangun kesadaran kebangsaan Indonesia sekaligus komitmen menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini.
“Komitmen kebangsaan mereka inilah yang harus kita teladani untuk membangun bangsa dan satukan Indonesia, sehingga sumpah pemuda ke-90 kali ini yang mengambil tema ‘Bangun Pemuda Satukan Indonesia’ adalah sangat pas,” kata bupati.
Adnan juga mengatakan, pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi dan sisi lainnya, perkembangan teknologi ini mempunyai dampak negatif. informasi – informasi yang bersifat deskruktif mulai dari hoax, hate spech, pornografi, narkoba dan pergaulan bebas juga masuk dengan mudahnya.
“Olehnya itu, kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan dan sikap -sikap primordial, suku, agama, ras dan kultur, maka generasi sekarang pun harus mampu melakukan hal yang sama demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik,” tandas Bupati Gowa ini.
Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, diwarnai belasan pemuda mengenakan pakaian adat se nusantara yang menggambarkan keutuhan Bhinneka Tunggal Ika. (saribulan)

