pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sosok Penyatu dan Pengayom Keluarga itu Telah Tiada

INNALILLAHI wainna ilaihi rajiun. Keluarga besar Fajar Grup berduka. Terkhusus bagi Chairman Fajar Group HM Alwi Hamu dan para handai taulan.
Pada Minggu (28/10) subuh, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, istri Alwi Hamu, Hj Nuraini binti Abdul Gani Ottoh berpulang ke rahmatullah. Almarhum meninggal di RS Siloam, setelah beberapa minggu mendapat perawatan intensif karena penyakit yang diderita.
Sesaat setelah almarhumah wafat, grup WhatsApp dan timeline media sosial tak berhenti menginformasikan kepergian almarhumah.
Rumah duka di Jalan Tendean pun tak henti didatangi pelayat.
Para tokoh masyarakat, mulai dari Forum Komunikasi Pimpindan Daerah (Forkopimda) hingga pejabat di daerah, silih berganti berdatangan. Mereka menyampaikan ucapan belasungkawa atas kepergian almarhumah yang dikenal sebagai sosok peramah itu.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono melayat ke rumah duka sesaat setelah mengikuti peringatan Hari Sumpah Pemuda di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel. Menyusul Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah yang tiba sekitar pukul 09.45 Wita.
Orang nomor satu Sulsel itu tidak sendiri. Ia didampingi Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Ada pula Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi Ashari Fakhsirie Radjamilo, dan Kepala Bappeda Sulsel Jufri Rahman. Mereka diterima langsung Alwi Hamu.
Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rijal sudah berada di rumah duka lebih dulu.
Tidak berapa lama setibanya gubernur, Ketua DPRD Sulsel HM Roem juga datang melayat.
Dengan raut kesedihan yang tidak bisa disembunyikan, Alwi Hamu berbincang-dengan gubernur dan rombongan.
Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah mengatakan, atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Sulsel menyampaikan belasungkawa dan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya ke rahmatullah almarhumah Hj Nuraini.
“Tentu beliau telah banyak mengabdikan diri untuk bangsa dan negara. Terutama dalam mendampingi Bapak Alwi Hamu melaksanakan tugas-tugasnya. Kita berharap bisa melanjutkan cita-cita beliau” kata Nurdin.
Dia pun menyampaikan agar seluruh keluarga, khususnya kepada HM Alwi Hamu dan seluruh keluarga besar almarhumah diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan.
“Semoga kita ikhlas melepas beliau dan kuburnya dijadikan taman surga. Diampuni dosanya dan diterima ibadahnya,” pungkas Nurdin.
Sementara adik almarhum Zulkifli Gani Ottoh mewakili keluarga, kepada media menuturkan, sebelum meninggal, almarhumah dirawat cukup lama di ruang ICU Rumah Sakit Siloam. Almarhumah sempat mengalami koma sekitar dua minggu sebelum dipanggil Sang Khalik.
“Kondisi terakhir memang agak drop. Tekanan darahnya turun naik hingga tidak bisa terukur. Kadang tinggi sekali, kadang naik sekali. Dokter sudah maksimal melakukan yang terbaik, tapi Tuhan menghendaki lain. Kita pasrah dan ikhlas,” tutur Zulkifli ketika ditemui di rumah duka.
Mantan ketua PWI Sulsel itu melanjutkan, almarhumah sudah lama menderita kelainan ginjal. Sekitar 10 atau 15 tahun lalu, almarhumah melakukan transplantasi ginjal di Goung Zhou, China.
Almarhum berpulang di usia 72 tahun, meninggalkan enam anak dan 26 cucu.
Selama sakit, menurut Zulkifli, motivasidan semangat almarhum sangat besar. “Almarhum ini orang yang sangat disiplin minum obat. Optimisme dan semangatnya luar biasa,” jelasnya.
Sebelum mengembuskan nafas terakhir, tak ada firasat sama sekali yang ditunjukkan pada keluarga. “Apalagi setengah bulan koma sebelum almarhum meninggal, tidak ada komunikasi apa-apa,” jelasnya.
Di mata Zulkifli, almarhum yang merupakan anak keempat dari 14 bersaudara merupakan sosok pengayom dan penyatu.
“Jadi kalau ada keluarga yang berselisih, dia marah. Kalau ada keluarga yang silaturahminya terganggu, dia marah. Dia selalu yang berusaha ada di tengah-tengah. Itulah sikapnya kakak dalam keluarga,” ungkap Zugito.
Almarhum dimakamkan di Pemakaman Keluarga Haji Kalla, Pate’ne Kabupaten Maros, ba’da salat Ashar kemarin.
“Karena Pak Yusuf Kalla sendiri minta supaya dimakamkan di sana. Dikuburkan usai salat ashar,” pungkasnya. (rhm/rus)



×


Sosok Penyatu dan Pengayom Keluarga itu Telah Tiada

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar