GOWA, BKM — Beras Sejahtera (Rastra) atau raskin kini tidak lagi diberlakukan. Bantuan pangan berupa beras ini diganti dengan bantuan pangan non tunai (BPNT).
Warga miskin tidak lagi menerima rastra seperti tahun sebelumnya, tapi sekarang menerima bantuan tersebut dalam bentuk uang melalui rekening Bank BNI.
Tapi dalam mendapatkan bantuan uang tersebut dengan alokasi Rp110 ribu per KPM tidak boleh diuangkan.
Aturannya, bantuan ini hanya bisa ditebus menggunakan sistem E-Warong yang ditukar dengan beras dan telur di toko tertentu yang telah ditetapkan pemerintah.
Hal ini dijelaskan detil Sekretaris Kabupaten Gowa Muchlis saat melaunching penyaluran BPNT ini untuk 38.558 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Gowa tahun 2018, Kamis (1/11/2018) siang di halaman kantor Pemerintah Kecamatan Pattallassang.
Diberlakukannya sistem BPNT ini kata Muchlis karena bantuan pangan non tunai ini lebih efektif dan lebih tepat sasaran terkait program subsidi rastra atau beras sejahtera.
“Jika dulu bantuannya dalam bentuk beras langsung yang dikirim oleh Bulog, maka sekarang kita ubah dengan bantuan non tunai agar lebih tertata dan tepat sasaran supaya meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi sekarang diberikan melalui rekening ke keluarga penerima manfaat tersebut dengan nilai bantuan Rp 110 ribu setiap bulannya,” jelas Sekkab.
Muchlis menjelaskan, nilai bantuan tersebut tidak bisa diuangkan, namun ditukar dengan beras atau telur melalui E-Warong atau agen yang telah disediakan yang bekerjasama dengan Bank BNI.
“Kita telah menyediakan 114 agen yang telah disebar di Gowa, caranya cukup mudah, bawa kartu ATM dan berikan kepada E-Warong, nanti dia akan mengecek saldo dan langsung bisa diberikan beras atau telur, akan ada struknya juga keluar supaya bisa dilihat berapa yang dibelanjakan,” jelas Muchlis.
Olehnya itu Muchlis pun berharap, dengan cara pemberian BPNT ini akan lebih memaksimalkan kualitas penerima manfaat dan bisa berjalan dengan aman kondusif serta membawa masyarakat Gowa lebih sejahtera di masa yang akan datang.
Kadis Sosial Gowa, Syamsuddin Bidol, mengatakan jumlah penerima bantuan ini sebanyak 38.558 KPM yang terdiri dari 23.814 KPM dari pembinaan keluarga harapan (PKH) dan 14.744 KPM non PKH.
Setelah penyerahan di Pattallassang akan dilanjutkan di kecamatan lain seperti Bontomarannu, Bontonompo, Bajeng Barat, Bontolempangan, Tinggimoncong, Parigi, Manuju, Parangloe, Tompobulu, Bungaya, Biringbulu, Tombolopao, Barombong, Pallangga, Bontonompo Selatan, Sombaopu dan Bajeng.
“Jadwal distribusi di setiap kecamatan disesuaikan dengan kesiapan agen maupun E-Warong tersebut,” jelas sekkab lagi. (saribulan)

