MAKASSAR, BKM — Ada banyak faktor yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan di bidang transportasi laut. Antara lain, bagaimana lembaga maritim dapat bertahan hidup di tengan derasnya tuntutan dari badan maritim. Khususnya IMO (International Maritime Organisation), lembaga PBB yang menentukan standar yang cukup tinggi agar SDM maritim Indonesia diakui validitasnya di dunia internasional.
Tantangan tersebut akan tetap menjadi permasalahan yang akan membelit pendidikan tinggi maritim di Indonesia. Namun diyakini, Politeknik Maritim (Polimarim) AMI Makassar sudah siap menghadapi tantangan itu.
”Hal itu dibuktikan melalui upaya melengkapi berbagai fasilitas laboratorium dan simulator, serta ujian keahlian pelaut yang berbasis komputer (computer based assesment/CBA). Juga liquid cargo handling simulator (LCHS) yang dibeli dengan harga begitu mahal,” ujar Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo Prof Dr Jasruddin, pada wisuda XIX/Pelantikan Perwira Transportasi Laut Polimarim AMI Makassar, Sabtu (10/11). Wisuda berlangsung di Upperhills Convention Hall.
Prof Jasruddin yang bertindak selaku inspektur upacara dalam wisuda dan pelantikan ini menambahkan, apa yang dilakukan manajemen Polimarim AMI itu tujuannya adalah demi keberhasilan pendidikan maritim di dalam mempersiapkan insan yang cerdas dan kompetitif. Memiliki keandalan kualitas, keterampilan dan sikap.
Dia juga mengajak pengelola Polimari AMI untuk meningkatkan kemampuan alumniya melalui pendidikan lanjutan yang sesuai, penelitian serta pengabdian pada masyarakat. Sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berkompetensi dan berdaya saing tinggi.
Prof Jasruddin juga menyinggung amanat Undang-undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran pada pasal 8. Di sana dijelaskan tentang Azas Cabotase, yakni penggunaan kapal berbendara Indonesia oleh perusahaan angkutan laut nasional dengan menggunakan kapal berbendera Indonesia, serta diawaki oleh awak kapal berkewarganegaraan Indonesia.
Karenanya, ia menyebut beberapa kompetensi yang diharapkan dari lulusan Polimarim AMI. Yakni mampu berkomunikasi tertulis dan lisan. Mampu bekerja dalam tim. Memiliki iptek. Mampu berpikir logis dan analitis. Mampu bekerja mandiri.
Direktur Polimarim AMI Amrin Rani, menyebut wisuda kali ini diikuti 676 orang. Mereka berasal dari tiga program studi (prodi). Masing-masing Prodi KPN dan Kepelabuhanan (KPN) 175 orang. Prodi Teknika 283 orang. Prodi Nautika 218 orang.
”Semua yang dilantik dan diwisuda ini telah menyelesaikan Program D3 dan bergelar A.Md. Tra. Adapun yang program studi nautika dan teknika, sebagian telah lulus ujian negara kepelautan atau sudah berijazah/sertifikat Ahli Nautika tingkat III (ANT-III) atau Ahli Teknika Tingkat III (ATT-III),” terang Amrin.
Di depan seluruh civitas akademikan, orang tua wisudawan dan wisudawati, serta para undangan, Amrin memaparkan fasilitas yang telah di Polimarim saat ini. Yakni ruang kuliah yang berjumlah 43 buah.
Laboratorium manual maupun laboratorium/simulator modern sesuai ketentuan IMO STCW Ammandemen 2010. Antara lain berupa bridge dimulator, engine simulator, radar ARPA simulator, GMDSS simulator, ECDIS simulator, CBT, dan boiler. Terakhir, pada tahun 2018 ini telah selesai pemasangan Liquid Cargo Handling Simulator (LHCS).
”Sejak tahun 2017, Ujian Keahlian Pelaut (UKP) telah dilaksanakan di kampus Polimarim AMI Makassar dengan menggunakan Computer Basic Assesment (CBA) berkapasitas 100 orang,” tambahnya. (*/rus)
Beli Alat Mahal, Polimarim Siap Hadapi Tantangan
×

