MAKASSAR, BKM — Suasana masih pagi, Minggu (25/11). Sejumlah pria bersenjata mengendap-endap merapat di tembok. Ada pula yang memblokade jalan.
Warga yang yang berada di luar rumah Jalan Pelita Lorong 2, diminta untuk masuk. Sebuah rumah di lokasi ini sementara dalam pengepungan.
Tidak lama berselang, keluarlah seorang lelaki dengan tangan terborgol. Mengikut di belakangnya seorang perempuan.
Pria yang mengevakuasi mereka adalah personel Tim Khusus (Timsus) Polda Sulsel, dipimpin Ipda Artenius MB. Sementara laki-laki yang tangannya terborgol bernama Nasrianto Siadi (26). Wanita yang dibawa serta dari penggerebekan itu belakangan diketahui seorang gadis gagu alias bisu. Polisi juga menemukan barang bukti alat isap sabu.
Penggerebekan dilakukan polisi di sebuah kamar dalam rumah di Jalan Pelita Lorong 2, setelah menerima laporan adanya seorang gadis tunawicara yang disekap di tempat tersebut. Sudah satu bulan lamanya ia berada di dalamnya. Kuat dugaan Nasrianto sengaja membawa dan menyekapnya.
Timsus yang menerima laporan tersebut, kemudian turun melakukan penyelidikan. Benar saja, bahwa di dalam kamar sebuah rumah ada seorang gadis bisu disekap seorang lelaki.
Pagi-pagi timsus bergerak. Penyergapan pun dilakukan. Didapati Nasrianto bersama seorang perempuan di dalam sebuah kamar. Kondisi wanita tersebut cukup memprihatinkan. Ia tampak diliputi kecemasan. Petugas lalu mengevakuasinya ke Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapatkan perawatan medis.
Panit II Timsus Polda Sulsel Ipda Artenius MB, mengatakan timnya menggerebek kamar Nasrianto setelah ada laporan dari orang tua korban. Disebutkan, anak mereka berinisial NT (26), sudah satu bulan meninggalkan rumah dan tak kunjung pulang.
”Dari penyelidikan yang kami lakukan, diperoleh informasi jika korban tengah bersama seorang lelaki. Kami kemudian lidik, hingga akhirnya identitas pria itu terdeteksi. Mereka sedang berada di sebuah rumah Jalan Pelita Lorong 2,” jelas Ipda Artenius, kemarin.
Dalam sebuah penggerebekan, Nasrianto berhasil diamankan. Selanjutnya digelandang ke ke Posko Timsus untuk menjalani pemeriksaan.
Menurut pengakuan Nasrianto, ia memang menyekap korban di dalam kamar. Bahkan menggauli NT.
”Pelaku mengaku menyekap korban dan menikmati tubuhnya. Saat itu korban sempat berusaha mempertahankan kehormatannya. Tapi dia dicekik oleh pelaku,” terang Ipda Artenius lagi.
Tak sampai di situ perlakuan Nasrianto. Usai merenggut kehormatan korban, ia kemudian dipaksa untuk melayani pria hidung belang. Uang yang diperoleh dari transaksi seks atas diri korban bervariasi. Antara Rp400 ribu hingga Rp800 ribu. Pelaku menggunakan uang tersebut untuk membeli narkoba jenis sabu-sabu.
Antara pelaku dan korban saling kenal melalui seorang rekan NT bernama Sisilia. Mereka diperkenalkan pada sebuah hotel di Jalan Sungai Saddang.
Dari perkenalan itu, korban terpedaya. Dia kemudian dimasukkan ke dalam kamar hotel. Selanjutnya dipaksa untuk mengonsumsi sabu. Usai dicekoki barang haram itu, pelaku melakukan ulah bejatnya terhadap NT.
Hingga berita ini dibuat, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Petugas medis berusaha mengobati trauma yang dialaminya.
Sementara pelaku, usai menjalani pemeriksaan, kemudian digiring untuk menunjukkan pemasok sabu yang dikonsumsinya. Namun, di tengah perjalanan pelaku berulah. Ia mencoba melakukan perlawanan dan lepas dari kawalan petugas.
Tiga kali tembakan ke udara dilepaskan, tapi diabaikan. Tindakan tegas diambil petugas. Bidikan pistol diarahkan ke betis kanan. Sebutir timah panas menembusnya, dan seketika itu tumbang. Selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Usai menjalani pengangkatan proyektil peluru, Nasrianto diserahkan ke Polsek Tamalate untuk proses hukum selanjutnya. (ish/rus)
Gadis Gagu Dicekoki Sabu dan Kehormatan Direnggut
×

