HARI baru saja berganti, dari Minggu ke Senin (26/11). Kira-kira pukul 00.05 Wita. Warga di Jalan Datuk Ditiro mendadak geger. Potongan tangan manusia ditemukan tergeletak di depan sebuah warung kopi.
Tidak lama kemudian, muncul seorang pria bernama Khaerul. Ia datang mencari pergelangan tangan rekannya yang terputus.
Akhirnya terungkap, lengan tangan lengkap lima jari yang ditemukan Dedi itu merupakan bagian tubuh dari Imran (20). Warga Jalan Abubakar Lambogo ini merupakan korban kekerasan pelaku kriminal jalanan begal.
Mendapat informasi dari warga, aparat Polsek Tallo yang dipimpin Kapolsek Kompol Amrin AT yang didampingi Panit II Reksrim Ipda Muhiddin, bersama personel lainnya turun ke lokasi. Selanjutnya dilakukan olah tempat kejadian perkara. Keterangan saksi-saksi juga dikumpulkan.
Dari keterangan Khaerul selaku saksi, terungkap bahwa Imran ditebas parang oleh dua orang yang tak diketahui. Sesaat setelah kejadian, korban dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bross.
“Imran datang ke rumah. Rencananya mau menginap. Waktu sampai di depan pintu, dia telepon saya. Setelah itu dia diserang dua orang menggunakan parang, hingga tangannya terputus,” terang Khaerul.
Dedi yang pertama kali menemukan tangan Imran, mengatakan saat itu ia hendak masuh ke warkop di Jalan Datuk Ditiro. Ketika melihat pergelangan tangan itu, Dedi langsung menyampaikan ke warga dan pengunjung warkop yang lain. Suasana pun ramai.
Pascakejadian, puluhan mahasiswa Universitas Akademi Teknik Industri (ATIM) Jalan Sunu beramai-ramai berdatangan ke Rumah Sakit Awal Bross. Mereka hendak mengetahui ikhwal peristiwa yang menimpa rekannya Imran.
Mahasiswa itu pun turut membantu aparat kepolisian mencari tahu pelaku yang telah menebas Imran, yang menyebabkannya cacat seumur hidup.
Saat ditemui, Imran menuturkan, saat itu ia berada tepat di dekat MI dan MTs Muhammadiyah Makassar di Jalan Datuk Ribandang. Dia hendak menemui Khaerul.
Ia duduk di atas motornya menghubungi Khaerul dengan maksud hendak menginap. Krena rumahnya di Jalan Abubakar Lambogo sudah tertutup.
”Saya telepon Khaerul. Tiba-tiba datang dua orang yang mengendarai motor Honda Beat warna putih. Salah satu dari mereka langsung menyerang menggunakan parang. Saya mencoba lari untuk menghindar. Tapi mereka tetap mengejar,” terang Imran.
Ketika berhasil terkejar, korban langsung diparangi. Imran mencoba menangkisnya dengan tangan. Nahas, sabetan senjata tajam itu langsung memutus lengannya. Gawai Samsung J7 Prime miliknya dibawa kabur pelaku.
Sesaat setelah kejadian, Khaerul keluar dari dalam rumah. Dia kaget menemukan temannya berlumuran darah. Selanjutnya Khaerul membonceng Imran ke RS Awal Bross guna mendapat perawatan medis.
Imran baru sadar jika pergelangan tangannya sudah tidak ada ketika berada di RS. Dia pun menyampaika ke Khaerul tentang kondisinya. Sang sahabat kemudian bergegas untuk mencarinya.
Kapolsek Tallo Kompol Amrin AT, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan atas insiden ini. ”Diduga korban dibegal. Pelakunya masih dalam pengejaran. Kondisi korban yang sebelumnya sempat kritis, sudah membaik. Kami sudah menyerahkan pergelangan tangan korban ke pihak RS Awal Bross,” ujar Amrin, kemarin. (ish/rus)
Parangi Mahasiswa Hingga Tangannya Putus
×

