MAKASSAR, BKM — Andi Umrah (36), wanita yang dibakar oleh suaminya sendiri Abdul Arham (40), kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Ia kini terbaring lemah dengan kondisi memprihatinkan di ruang Unit Luka Bakar IGD lantai II RS Wahidin.
BKM datang ke tempat perawatan Andi Umrah, Selasa (27/11). Ia mengalami trauma dan gangguan psikis akibat peristiwa tragis yang dialaminya.
Penanganan medis telah dilakukan terhadapnya. Ia sebelumnya dirujuk dari RSUD Barru. Setibanya di RS Wahidin pada Senin malam (26/11), Umrah langsung menjalani serangkaian operasi. Khususnya pada luka bakar yang terdapat di tubuhnya. Seperti pada bagian tangan, punggung, dan leher.
Andi Mustari, kakak kandung korban mengakui jika adik bungsunya itu masih syok dan trauma. Bila bertemu laki-laki dan mendengar suara bunyi pintu dibuka, Umrah langsung berteriak histeris. Karenanya, pembesuknya dibatasi.
”Sudah dioperasi luka bakarnya. Sekarang masih dalam ruang isolasi unit luka bakar. Syok dan traumaki. Kalau lihat laki-laki atau dengan bunyi pintu, biasanya teraik-teriakki. Jadi haruski sebut nama supaya dia tahu. Karena kalau tidak begitu, histeriski. Takut sekali kasihan. Semalam (Senin malam) sudah dioperasi untuk luka di tangan, punggung dan lehernya,” terang Andi Mustari yang ditemui di RS Wahidin, kemarin.
Selain itu, lanjut Andi Mustari, ibu empat anak tersebut juga tak bisa tidur nyenyak. Rasa nyeri pada luka bakar yang dideritanya menjadi penyebab. Karenanya, dokter mesti memberinya obat bius agar Umrah dapat tidak dan tidak berteriak kesakitan.
Dari penuturan pihak keluarga, sebelum kejadian, korban bermaksud hendak mengantar putrinya yang nomor tiga ke sekolah. Kira-kira pukul 06.45 Wita.
Belum selesai memasang sepatu sang putri, tiba-tiba Arham muncul. Dengan keras dia membuka pintu rumah. Kemudian menarik baju umrah dari belakang. Selanjutnya menumpahkan satu botol bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite ke tubuh korban. Korek api lalu disulutkan.
“Dari arah belakang dia tumpahkan itu Pertalite. Setelah itu pelaku langsung kabur. Anaknya yang perempuan kemudian mengambil satu ember air lalu disiramkan ke tubuh ibunya. Karena korban sudah mengguling-guling di lantai. Tetangga cepat datang, karena apinya sudah menyebar di ruang tamu,” jelas Andi Mustari lagi.
Sebenarnya, menurut Andi Mustari, sudah lama pertengkaran dan pengancaman selalu diterima Umrah. Setahun belakangan Arham mengancam akan membunuh Umrah jika nekat mengajukan perceraian.
”Suaminya sempat empat kali mencoba bunuh diri dengan meminum racun serangga. Juga menculik anaknya. Sehingga istrinya mengurungkan niatnya bercerai. Terakhir, adik saya diam-diam ajukan gugatan cerai di pengadilan. Mungkin dia (Arham) tahu. Di situmi dia nekat. Saya khawatir jangan sampai dia juga mengincar anaknya,” tandas Mustari.
Langkah Umrah menggugat cerai suaminya, karena sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan Arham. Ia kerap harus menanggung malu atas perbuatan sang suami yang sering membawa lari uang orang lain, serta terlibat utang piutang.
”Suaminya sering dicari orang karena kasus utang piutang dan penggelapan jual beli besi, semen dan barang lainnya. Biasanya, kalau orang sudah bayar, dia kabur bawa itu uang,” cetus Mustari.
Karena sering diuber, Arham kerap keluar daerah untuk bersembunyi. Seperti di Bone, Soppeng, dan daerah lainnya. Ketika Arham menghindar dari penagihnya, istrinya juga dibawa serta.
Tersangka Masih Diburu
Polisi telah menetapkan Arham sebagai tersangka kasus penganiayaan. Namun, hingga kini pelaku belum tertangkap. Tim Polsek Tanete Rilau diback up Tim Buser Polres Barru masih melakukan perburuan terhadapnya.
Kapolres Barru AKBP Burhaman yang dikonfirmasi, Selasa (27/11) mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran tersangka. ”Petugas kami masih berada di lapangan. Mudah-mudahan dalam dekat tersangka bisa ditangkap,” ujarnya.
Saat ditanya tentang status tersangka pernah terlibat kasus di luar dari perkara yang dihadapi saat ini, Burhaman belum bisa memastikan.
“Untuk perkara lain dari tersangka, harus dicek dulu ke penyidik kami. Apakah yang bersangkutan pernah terlibat perkara hukum di luar dari perbuatannya membakar istrinya. Kami saat ini fokus untuk menangkap tersangka,” tandasnya.
Terpisah, Kasat Reskrim AKP Doni Dunggio yang ditemui di ruang kerjanya, membenarkan jika Arham sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sedang dalam pengejaran.
Menurutnya, gawai tersangka awalnya sempat aktif ketika dihubungi. Namun, tak lama kemudian sudah dalam posisi dimatikan. Diperkirakan pelaku berada di wilayah Makassar.
“Penanganan kasusnya masih di bawah kendali Polsek Tanete Rilau. Nanti setelah tersangka ditangkap, selanjutnya akan diserahkan ke Reskrim Polres Barru,” ucap Doni.
Alumni Akpol ini juga belum memastikan kasus yang sebelumnya pernah menyeret tersangka Abd Arman.
“Memang ada informasi yang beredar jika pelaku pernah diproses hukum dalam perkara penipuan dan penggelapan. Tetapi informasi ini masih perlu ditelusuri kebenarannya,” imbuhnya.
Kasat Reskrim juga sudah menerima kabar jika korban sudah dalam kondisi yang membaik.
“Sudah dilakukan tindakan medis melalui operasi. Saat ini korban masih trauma dengan apa yang dialami. Harapan kita korban semakin membaik dan pelaku segera tertangkap, sehingga kasus ini secepatnya bisa dikembangkan,” tandas Doni.
Kapolsek Tanete Rilau Iptu Hamid Azikin yang dihubungi, mengaku terus memantau perkembangan korban yang sedang dirawat di RSUP Wahidin, Makassar.
Sebelumnya, kakak kandung korban Andi Mustari, geram dengan tersangka yang bertindak tidak manusiawi. Mantan Kades Gattareng itu meminta polisi secepatnya menangkap pelaku, kemudian memberikan hukuman yang seberat-beratnya.
“Jika sebagai penegak hukum tidak mengambil langkah tegas. Saya sebagai saudara siap melakukan tindakan sendiri,” cetusnya dengan nada tinggi. (ita-udi/rus/b)

