MAKASSAR, BKM — Biro Umum dan Perlengkapan Sulsel berusaha untuk mengakomodir segala kebutuhan orang nomor satu dan dua di daerah ini. Item kegiatan yang tercantum dalam Rincian Kegiatan Anggaran (RKA) Biro Umum mengalokasikan anggaran untuk itu.
Mulai dari kebutuhan makan minum, kendaraan, kebutuhan kantor, tempat tinggal, dan masih banyak lagi. Termasuk kebutuhan akan fasilitas olahraga untuk menjaga performa gubernur maupun wakil gubernur.
Dalam RKA tahun 2019, Biro Umum dan Perlengkapan Setda Sulsel menganggarkan dana sebesar Rp119.050.000 untuk pengadaan alat-alat olahraga. Salah satu yang akan disiapkan adalah alat panahan berburu untuk rujab wakil gubernur. Nilainya sebesar Rp37.
Rinciannya, alat panahan berburu rujab wakil gubernur 1 set Rp20 juta. Alat panahan berburu dewasa rujab wagub dua set Rp17 juta.
Selain itu, Biro Umum dan Perlengkapan juga menganggarkan seluncuran di rujab wagub satu set senilai Rp10 juta. Disiapkan pula sepeda lipat rujab wakil gubernur satu unit Rp5.750.000, dan sepeda rujab wakil gubernur satu unit Rp35.000.000
Sementara untuk rujab gubernur, Biro Umum menyiapkan sepeda gunung Rujab Gubernur dua unit dengan anggaran Rp11.300.000.
Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Pemprov Sulsel, Muh Hatta menjelaskan khusus untuk alat panah, itu permintaan khusus dari wakil gubernur.
“Jadi Bapak Wakil Gubernur memang meminta khusus untuk disiapkan alat olahraga panahan,” kata Hatta.
Sementara untuk sepeda, pihaknya memang sengaja menyiapkan gubernur maupun wakil gubernur. Alasannya, selalu ada undangan dari berbagai komunitas maupun lembaga, yang mengajak gubernur serta wagub untuk bersepeda. “Makanya, kami menyiapkan sepeda,” ungkapnya.
Selain fasilitas olahraga, pihaknya juga menyiapkan berbagai kebutuhan untuk kerja-kerja pimpinan di rumah jabatan. Termasuk untuk para stafnya yang bekerja di rumah dinas masing-masing.
Biro Umum dan Perlengkapan, dalam RKA-nya menyiapkan mulai komputer, laptop, tab, serta printer. Hingga yang lebih detail seperti flashdisk, mouse, keyboard, hardisk, speaker, dan webcam. Tak lupa
juga disiapkan modem dan wifi.
Khusus untuk pengadaan tempat tidur dan perlengkapannya, Biro Umum dan Perlengkapan menyiapkan anggaran sebesar Rp692.280.000
Rinciannya, kasur masterplace rujab gubernur satu set Rp137.000.000. Kasur grandclassic rujab gubernur dua buah seharga Rp90 juta. Dipan rujab gubernur satu set Rp15 juta. HB Ocklan rujab gubernur satu unit Rp8,4 juta.
Untuk bantal kepala koil rujab gubernur enam buah Rp4,5 juta. Bantal guling koil rujab gubernur enam buah buah Rp4,5 juta. Tiga mp king koil rujab gubernur Rp450.000.
Bed cover sutera rujab gubernur dua buah Rp15 juta. Bed cover putih rujab satu buah Rp5,5 juta. Bed cover katun super rujab gubernur tiga set Rp10,5 juta.
Dianggarkan pula pembelian sprei katun rujab gubernur tiga set senilai Rp3,8 juta. Sprei original halus rujab gubernur lima set Rp52.500.000. Sprei ukuran 180×200 rujab gubernur sembilan set Rp4.050.000.
Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan dirinya tidak pernah memaksakan fasilitas mewah untuk dinikmatinya.
“Isitilahnya saya tidak bisa memaksakan hal yang mewah. Malah tempat TV, meja-mejanya saya dempul kembali loh. Saya semprot ulang supaya bisa digunakan,” katanya.
Namun, khusus untuk kasur, adik Menteri Pertanian Amran Sulaiman itu mengatakan memang dia butuh yang baru. Karena yang lama sudah tidak layak untuk digunakan.
“Saya kemarin memang minta kasur. Sudah jelas. Tapi kan harganya tidak tahu tentang itu. Kita kan beli secara aktual. Kalau ada lebihnya Silpa juga. Ndak usah khawatir,” tegasnya.
Dia menambahkan, kalau memang ada item barang yang dinilai tidak sesuai penganggarannya, sebaiknya dipotong saja.
Tahun depan, Biro Umum dan Perlengkapan juga menganggarkan pengadaan dua unit bus eksekutif.
Hatta menyebutkan, satu unit bus diestimasi senilai Rp2 miliar. Bus memiliki tipe eksekutif dengan jumlah kursi 40 unit.
“Selama ini kita belum memiliki bus eksekutif. Kita hanya sewa jika dibutuhkan. Makanya kita usulkan pengadaan tahun depan,” kata Hatta.
Bus ini akan digunakan untuk kepentingan masyarakat yang meminjam kendaraan. Seperti organisasi masyarakat, mahasiswa dan instansi lainnya. Termasuk perjalanan dinas gubernur dan wagub ke daerah.
“Tahun depan hanya itu pengusulan kendaraan yang ada. Ini juga langkah penghematan, karena kita hanya sewa. Bus yang kita juga miliki sudah tua semua,” lanjutnya.
Hatta menyebutkan, bus ini bisa dipinjam oleh siapa saja asal melalui prosedur yang ada. Salah satunya melalui aplikasi BUSS, sistem peminjaman berbasis teknologi yang diluncurkan oleh Pemprov Sulsel beberapa waktu lalu. (rhm/rus)
Panah Berburu Rp37 Juta, Sepeda Rp35 Juta
×

