pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pemilik Puluhan Hektar Sawah Tewas Diparangi

MAROS, BKM — Hari masih pagi. Kira-kira pukul 07.00 Wita, Minggu (2/11).
Namun, suasana di Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros sudah heboh. Informasi mengejutkan datang dari areal persawahan di desa ini.
Dua orang pria paruh baya yang masih satu kampung terlibat perselisihan. Perseteruan mereka bahkan berujung maut. Satu di antaranya harus meregang nyawa di lokasi kejadian.
Peristiwa bermula saat Rasyid (46) tengah membajak sawahnya menggunkana traktor. Ia didatangi oleh Daeng Kacong (50). Dengan nada tinggi dan marah, Kacong mempersoalkan saluran pintu air sawahnya yang dibuka oleh Rasyid.
Awalnya mereka hanya terlibat pertengkaran mulut. Namun, karena tak lagi bisa menahan emosi, duel pun terjadi. Kacong menjemput ajal dengan sejumlah luka bekas diparangi di tubuhnya.
Kapolsek Mandai AKP Asgar, mengatakan pihaknya masih mendalami motif peristiwa ini. ”Dugaan sementara, karena saluran air. Korban diparangi beberapa kali oleh pelaku hingga meninggal di TKP. Pelaku sudah kami amankan,” ujarnya.
Sejauh ini, polisi masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mencari saksi yang melihat mereka berduel. Sementara pelaku yang sudah menyerahkan diri ke polisi, juga masih dalam pemeriksaan penyidik. Jasad korban yang sebelumnya dibawa ke rumah sakit kini sudah dikembalikan ke pihak keluarga.
“Kita kumpulkan dulu semua keterangan. Termasuk saksi kita cari. Tadi kita sudah otopsi juga di rumah sakit. Jenazah korban sudah kami serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” jelas AKP Asgar.
Dg Ngere, salah seorang keluarga korban yang dihubungi BKM, meminta polisi mengungkap kasus yang menewaskan sepupunya. Dengan melihat kodisi luka yang ada dalam tubuh korban, diduga pelaku lebih dari satu orang.
“Kami menduga pelakunya lebih dari satu orang. Tidak akan mungkin luka sebanyak itu jika satu saja pelakunya,” ujar Dg Ngenre.
Meski curiga, pihak keluarga tetap berharap agar polisi mengungkap kasus ini agar jelas siapa siapa saja pelakunya.
”Terkait masalah dendam hingga berujung kematian, untuk sementara kami belum tahu persis. Karena jarak rumah kami dengan korban agak berjauhan. Tapi kami sering bersilatuhrami,” jela Dg Ngenre.
Keluarga korban cukup terpandang di daerahnya. Memiliki sawah dengan luasan puluhan haktare. Hanya karena hobinya membajak sawah, sehingga setiap hari libur dia pasti turun bekerja di sawahnya.
Daeng Kacong bekerja pada salah satu perusahaan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Karena mendapat giliran masuk malam di tempat kerjanya, ia menyempatkan diri datang ke sawahnya kemarin pagi.
“Korban bukan petani tulen.Banyak sawahnya yang dikerja orang. Dia turun ke sawah hanya menyalurkan hobbinya,” ujar Dg Enre. (ari/rus)



×


Pemilik Puluhan Hektar Sawah Tewas Diparangi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar