MAROS, BKM — Puluhan guru Agama yang mengabdi di sejumlah negeri dan swasta dari jenjang SD dan SMP di Maros mendatangi kantor Dinas Pendidikan kabupaten Maros.
Kedatangan guru agama tersebut untuk meminta Ketua PGRI Maros yang juga menjabat sebagai Sekertaris Diknas, DR Arman Arsad memfasilitasi ke Kanwil Departemen Agama Maros, agar tunjangan sertifikasinya yang sudah sebelas bulan belum dibayarkan Depag Maros.
Perwakilan guru agama yang berjumlah sekitar dua puluh orang diterima Ketua PGRI Maros DR Arman Arsyad bersama Sekertaria PGRI Alimuddin Assagaf di Gedung PGRI Maros, Senin (4/12/2018).
Para perwakilan guru mengadu ke PGRI agar pihak Depag mau bertanggung jawab membayarkan sertifikasi para guru yang tertundah hingga sebelas bulan.
“Sudah sebelas bulan lamanya tunjangan sertifikasi kami khusus guru Agama belum dibayarkan kandepag Maros,” ujar sejumlah guru di hadapan ketua dan pengurus PGRI.
Koordinir guru Agama, Muh.Idrus yang dihubungi wartawan usai pertemuan dengan Ketua PGRI Maros mengatakan kedatannya ke PGRI sebagai bentuk tanggung jawab PGRI terhadap anggotanya yang selama ini belum menikmati haknya sebagai guru agama penerima sertifikasi.
“Kami ke PGRI hanya sebagai bentuk tanggung jawab organisasi terhadap anggotanya yang belum menerima tunjangan sertifikasi,” jelas Muh Idrus.
Dikatakan Idrus, guru Agama sebenarnya beda instansi dengan guru umum akan tetapi kami datang ke PGRI agar pengurus PGRI bisa menfasilitasi kami ini ke Kandep Agama Maros sebagai induk kami guru Agama.
“Kami berharap PGRI bisa membantu kami untuk menjadi jembatan ke Kandepag Maros agar tunjangan kami dibayarkan,”ujar Muh Idrus.
Sekertaris PGRI Kabupaten Maros Alwi Assagaf S.Pd yang dihubungi membenarkan kedatangan puluhan guru Agama di gedung PGRI Maros.
Para guru agama ini mengaku sudah sebelas bulan mereka belum terima sertifukasi
Padahal seharusnya Kandepag Maros sudah wajib membayarkan tunjangan mereka setiap tiga bulan. Namun sampai saat ini belum juga dibayarkan.
“Tidak ada alasan Kandepag untuk tidak membayarkan tunjangan sertifikasi guru agama yang ada dj kabupaten maros,” jelas Alwi Assagaf.
Hanya saja, kata dia, pengurus PGRI tidak tahu persis sistem administrasi di Depag Maros apa yang menjadi kendala sehingga hak hak guru agama belum dibayarkan hingga menumpuk sebelas bulan.
Informasi dari sejumlah guru agama, mengatakan penyebab tunjangan sertifikasi tidak dibayarkan karena laporan yang diajukan untuk permintaan dana tunjangan aertifikasi ke kementerian agama ada kesalahan jumlah uang. Hingga sampai hari ini tunjangan guru agama belum dibayarkan sertifikasinya.
“Ada selisi nilai yang diajukan ke kementerian agama hingga dana yang ada tidak mencukupi dari jumlah yang akan dibayarkan,” jelas Alwi Assagaf.(Askari)

