pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Petani di Maros Tewas Tersambar Petir

MAROS, BKM — Seorang petani di Maros, Muhammad Subhan alias Daeng Itung (40) tewas akibat tersambar petir di sawahnya, Rabu sore tadi.

Kejadian nahas yang menimpa warga Dusun Bontoramba, Desa Bonto Matene Kecamatan Mandai ini, terjadi saat dia bersama anak dan istrinya beristirahat di gubuk sawahnya ketika hujan lebat mengguyur disertai petir.

Menurut keterangan saksi mata, Ambo Upe (47), saat kejadian dia bersama korban berteduh di gubuk yang sama.

Sebelumnya mereka mencabut benih padi. Mereka juga sempat membajak sawah menggunakan traktor. Hanya karena hujan, makanya mereka beristirahat di gubuk.

“Ketika hujan mulai deras mulai turun, mereka pun berarian ke pematang yang terdapat gubuk sawah yang biasa ditempatinya berteduh. Saat itu saya bersama korban dan  istri serta anak korban  berteduh di gubuk sawah tersebut. Tak lama kemudian, petir menyambar gubuk persawahan yang mereka tempati sehingga mereka berempat terlempar secara bersama-sama. Kejadiannya begitu tiba-tiba,” jelasnya.

Ambo Upe mengaku, dia dan Nurlinda (istri korban) serta Rifky yang merupakan anak korban cepat bangkit dan memperhatikan yang lain namun ternyata korban masih tergeletak dan tidak sadarkan diri.

Istri korban pun panik dan berlarian mencari pertolongan warga dan berteriak ditengah persawahan hingga ke perkampungan sampai akhirnya ikut tidak sadarkan diri.

Warga sekitar perkampungan yang mendengar teriakan itu pun mulai berlarian ke tengah persawahan memberikan pertolongan.

Sayangnya, pada saat warga tiba di lokasi kejadian, korban ditemukan sudah tidak bernyawa lagi. Kemudian warga menebang bambu dan menggunakan sarung memboyong jenazah korban ke rumah duka yang berjarak sekitar 4 Km.

Sementara, warga lain yang juga kerabat korban, Hamzan menambahkan, saat ini kondisi istri korban pasca kejadian itu masih lemas dan sementara ditenangkan pihak keluarga.

Sementara Kapolsek Mandai AKP Asgar membenarkan kasus sambar petir tersebut. Pihak kepolisian bergegas ke rumah korban, usai menerima informasi dari warga.

Asgar mengatakan, korban merupakan warga Bonto Ramba yang berprofesi sebagai petani. Korban tersambar saat berada di sawahnya.

Sebelum kejadian kata Asgar, korban bersama istri dan dua putranya, berteduh di rumah sawah. Korban duduk di samping istri.

Sementara istri duduk memangku salah seorang anaknya. Saat tersambar petir, korban tersungkur ke depan. Sementara korban yang sedang memangku anaknya terlempar ke belakang.

“Anaknya, Rifki juga terkena sambaran petir. Beruntung hanya tangan kanannya yang luka. Anaknya mengalami luka ringan,” katanya.

Usai kejadian, istri berusaha mengangkat korban. Saat itu, korban masih masih bernafas. Tidak lama kemudian, korban menghembuskan nafas terakhir.

“Rencananya jorban akan di kubur besok, di pekuburan umum setempat,” katanya. (Askari)



×


Petani di Maros Tewas Tersambar Petir

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar