GOWA, BKM — Jajaran pengurus dan anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Gowa memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Maulid ini digelar di aula Macab LVRI Gowa, Jalan Andi Baso Erang, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Senin (10/12).
Selain memperingati hari kelahiran Rasulullah, puluhan pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) ini juga menggelar arisan keluarga besar PWRI Gowa. Ketua PWRI Gowa, H Hasyim Gassing dalam sambutannya mengatakan, PWRI harus menempatkan diri di bagian terdepan. Artinya, sebagai sosok yang dituakan maka anggota PWRI harus memposisikan dirinya sebagai panutan bagi generasi sekarang.
”Momen maulid ini kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk koreksi diri dan menjadikan keberadaan kita sebagai panutan bagi masyarakat,” kilah Hasyim.
Ketua PWRI Sulsel diwakili sekretarisnya, H Haruna mengatakan, Maulid dilakukan intinya adalah silaturahmi. ”Mari kita tinggalkan dulu stigma bahwa seorang pensiunan tugas utamanya adalah jaga cucu. Kita yang pensiun harus bisa berkarya untuk negara ini. Makanya jangan diam selagi kita masih bisa berbuat,” tegas Haruna.
Haruna pun memberikan penjelasan tentang perjuangan PWRI selama ini. Salah satu bukti dari perjuangan PWRI berdasarkan hasil musyawarah tahun 2016 lalu, yakni presiden RI memberikan para pensiunan berupa gaji 14.
Dalam peringatan maulid ini menghadirkan ustadz kiai muda, Muhammad Rizal, menyampaikan hikmah Maulid. Ketua Panitia Pelaksana H Andi Amal Dini mengatakan, kegiatan ini menjadi rutinitas PWRI Gowa setiap tahun yang bertujuan mengeratkan silaturahmi antara pengurus dan anggota PWRI Gowa.
Turut hadir dalam peringatan maulid tersebut, masing-masing Sekretaris PWRI Gowa, Kaharuddin, dan para ketua ranting PWRI kecamatan serta para pengurus ranting di antaranya ranting Kecamatan Pallangga, Bajeng, Bajeng Barat, Bontonompo, Bontonompo Selatan, dan Bontomarannu. (sar/mir/c)
PWRI Harus Tempatkan Diri di Bagian Terdepan
×

