PANGKEP, BKM– Sejak pagi hari, Selasa (11/120, Jamaluddin (62) meninggalkan rumah dan keluarganya di Jalan Tinumbu, Makassar. Ia berkendara menuju tanah kelahirannya di Kampung Jennae, Kelurahan Kassi, Kecamatan Balocci, Pangkep. Tak lupa membawa kebutuhan pokok untuk di bawah ke rumah sawahnya.
Agar bisa sampai, Jamaluddin harus melewati beberapa petak sawah milik warga Jennae. Kendaraan yang dipakainya mesti disimpannya di luar.
Jamaluddin kemudian membawa berbagai barang. Ia berjalan di atas pematang sawah.
Kala melintas di atas pematang sawah milik Ismail Dg Manrapi, secara tiba-tiba Jamaluddin bertemu dengan Junaedi Dg Makmur (44). Keduanya kemudian terlibat pertengkaran. Junaedi langsung mengambil parang panjang, lalu menyerang dan menebas Jamaluddin.
Korban berusaha menangkis serangan yang dilancarkan pelaku. Namun apa daya. Jamaluddin akhirnya jatuh tersungkur di atas lumpur dengan berbagai luka bacokan di tubuhnya. Dia pun meregang nyawa di areal persawahan Kampung Jennae.
Peristiwa berdarah ini berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita, Selasa (11/12). Warga Jennae pun dibuat geger.
Usai menebas korban dengan beberapa luka bacokan, Junaedi langsung melarikan diri dan dibonceng motor oleh kerabatnya Patahuddin. Namun tidak sampai 30 menit dari upaya kabur yang berusaha dilakukan pelaku, polisi berhasil meringkusnya bersama barang bukti berupa parang panjang.
Korban dievakuasi ke RSUD Pangkep guna dilakukan pemeriksaan dan visum, sambil menunggu keluarganya. Namun, ketika pihak keluarga tiba, mereka menolak untuk dilakukan visum.
Petugas Reskrim Polres Pangkep bersama Polsek Balocci sudah melakukan olah TKP dan mengidentifikasi korban. Juga memeriksa tiga warga Kampung Jennae sebagai saksi. Mereka adalah Haderi, Naje, dan Usman Dg Laja.
Menantu korban, Irfan tak menyangka mertuanya dihabisi oleh pelaku di areal persawahan. Pihak keluarga di Makassar tidak punya firasat lain, bahwa tujuannya ke kampung Jennae untuk urusan penggarapan sawah harus berakhir tragis.
Begitu pula dengan keluarga di Jennae. Mereka tidak pernah menyangka kejadian seperti ini. Semuanya kaget Jamaluddin tewas ditebas parang oleh pelaku.
“Kami minta pelaku dihukum seberat-beratnya. Saya sekeluarga berterima kasih kepada petugas kepolisian yang bertindak cepat menangkap dan mengamankan pelaku,” ucap Irfan dengan wajah sembab.
Junaedi, pelaku pembantaian yang juga seorang petani di Kampung Jennae, menuturkan saat kejadian tidak ada orang selain dirinya dan Jamaluddin. Ketika itu dirinya sedang membersihkan lahannya dengan sebilah parang. Korban yang datang langsung menunjuk ke arahnya.
Apa yang dilakukan korban, dinilai Juanedi sebagai tindakan yang merendahkan dirinya. Tanpa bertanya, Junaedi langsung mengayunkan parangnya.
“Awalnya kena tangannya karena dia tangkis. Tapi saya parangi hingga jatuh di sawah,” ucap Junaedi kepada awak wartawan di Mapolres Pangkep.
Dari pengakuan Junaedi, ia dengan Jamaluddin masih memiliki hubungan kekerabatan. Bahkan, beberapa tahun lalu mereka berdua membuka lahan bersama di kaki gunung yang berbatasan dengan lahan mereka berdua.
Di atas lahan tersebut mereka tanami rumput gajah. Namun, Junaedi kesal karena hasil penjualan rumput gajah diambil sendiri oleh korban.
Rasa kesal Junaedi bertambah ketika korban mengukur lahan yang dibukanya bersama-sama. Tindakan tersebut dianggap Junaedi curang dan membuatnya sakit hati.
“Saya ini orang miskin. Butuh uang untuk hidup. Anak juga mau sekolah. Tetapi seolah-olah tidak dihargai. Beginilah akhirnya,” terang Junaedi.
Informasi yang diperoleh BKM, sebelumnya antara pelaku dan korban pernah bersengketa soal lahan. Ketika itu perselisihan antara keduanya sempat didamaikan yang dimediasi oleh pemerintah setempat.
Polisi masih mendalami motif penganiayaan yang menyebabkan kematian ini. Dari informasi pihak kepolisian, pelaku dan korban sempat cekcok di TKP sebelum pembacokan terjadi.
Kapolres Pangkep, AKBP Tulus Sinaga mengatakan, selain memeriksa pelaku, penyidik juga akan meminta keterangan saksi-saksi untuk mengetahui motif sebenarnya.
“Untuk sementara ini data yang diperoleh bahwa modusnya adalah antara pelaku dan korban bertengkar mulut di lokasi kejadian. Selanjutnya pelaku membacok korban pada beberapa bagian tubuh. Termasuk kepala, tangan dan lainnya. Motifnya masih didalami oleh penyidik. Kasus ini dalam proses penyelidikan,” kata Tulus, kemarin. (udi/rus/b)
Cekcok di Pematang Sawah Berujung Pembunuhan
×

