GOWA, BKM — Banyaknya sampah yang menutupi sepanjang permukaan air saluran irigasi Bonto-bontoa, Kelurahan Bonto-bontoa, Kecamatan Somba Opu sepekan ini, akhirnya dikeruk alat berat yang diturunkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, Sabtu (15/12/2018) pagi hingga siang.
Hasilnya, delapan kontainer berisi sampah irigasi diangkut di tiga titik tebaran sampah di saluran irigasi di Kelurahan Bonto-bontoa tersebut.
Kabid Kebersihan dan Pertamanan Dinas PU Gowa Abitzar mengatakan pembersihan itu dilakukan sejak pagi hingga sore hari.
“Pagi sampai siang tadi bahkan sampai sore ini kami berhasil angkut sampah delapan kontainer. Sudah 56 kubik kami angkut dari totalan delapan kontainer itu,” kata Abitzar.
Sampah hasil buangan masyarakat di sepanjang saluran irigasi tersebut, nyaris tak pernah habis. Setiap saat bertambah. Kesadaran masyarakat masih minim untuk membuang sampahnya ditempat yang sesuai.
Dalam aksi beraih sampah yang dilakukan jajaran Dinas Lingkungan Hidup ini turut diikuti aparat pemerintah Kecamatan Somba Opu, Kelurahan Bonto-bontoa dan Kerukunan Pemuda Bonto-bontoa (KPBB) dan BKM naungan Korkot Kotaku. Mereka terlihat ikut dalam kegiatan bersih-bersih saluran irigasi tersebut.
Sebelumnya, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan telah menyinggung warga yang suka membuang sampah sembarangan. Menurut Bupati Adnan kesadaran masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan harus dimiliki.
Bahkan menurut Adnan kepada Beritakota Makassar melalui pesan WhatsApp-nya, saluran irigasi Bonto-bontoa sudah dibersihkan sejak minggu lalu namun kembali penuh sampah.
“Susahmi kalo begitu, biar setiap hari dibersihkan kalo masyarakat tetap buang sampah sembarangan pasti kotor lagi,” kata Adnan dihubungi Rabu (13/12/2018) lalu usai melihat serakan sampah di Jl Yampo Dg Naba, Kelurahan Tombolo, samping kompleks perumahan elit Citra Land.
Orang nomor satu di Gowa ini sempat gusar lantaran masyarakat belum memahami apa dampak dari buang sampah sembarangan. Selain menimbulkan kejorokan kota juga bisa menimbulkan banjir karena saluran air yang tersumbat sampah. (saribulan)

