pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ridwan Mundur dari PSI, Fadli Sebut Lama Vakum

MAKASSAR, BKM–Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Sulawesi Selatan Moh Fadli Noor menilai kepengurusan partai yang dipimpin Muh Ridwan selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kabupaten Gowa sudah lama tidak berjalan dengan semestinya alias vakum.
Hal tersebut disampaikan Fadli Noor ketika dimintai tanggapannya soal mundurnya Muh Ridwan selaku Ketua DPD PSI Kabupaten Gowa, Senin (17/12) kemarin.
Menurut Fadli Noor, mundur itu hal yang biasa saja. DPD Gowa memang vakum sudah lama, sambil menunggu DPW menyiapkan pengganti. “Saat ini sudah ada pengganti, sehingga yang bersangkutan mengundurkan diri untuk proses reorganisasi selanjutnya,”ujar Fadli, Senin kemarin.
Sebelumnya, Ketua DPD PSI Kabupaten Gowa Muh Ridwan memutuskan mundur dari posisinya saat ini sekaligus sebagai kader partai. Keputusan itu dibuat Ridwan, lantaran tidak sesuai dengan kebijakan partainya.
“Salah satunya itu (kebijakan partai). Termasuk statemen yang selama ini, soal kebijakan Perda syariah,” ujar Ridwan.
Statemen yang dimaksud Ridwan, adalah pernyataan yang dilontarkan ketua umum DPP PSI, Grace Natalie terhadap perda bermuatan agama saat HUT ke-4 PSI di Tangerang, beberapa waktu lalu.
Saat itu Grace bilang, jika PSI tidak akan pernah mendukung perda Injil atau perda syariah.
Menurut Ridwan, dirinya sangat merasakan dampak dari pernyataan Grace tersebut. Terutama, dalam lingkungan keluarga. Menurut dia, pernyataan Grace soal perda syariah, tidak memperhatikan kultur kedaerahan.
“Saya kan rasa itu di daerah saya. Artinya kan, di setiap daerah itu masing-masing punya kultur yang berbeda-beda, baik dalam pemahaman agamanya, dan lainnya. Termasuk dari keluarga juga mempertanyakan, kenapa PSI begitu?,” sambung Ridwan.
Menurut Ridwan, jika dikaji lebih jauh, pernyataan Grace tersebut tidak semuanya keliru, dan ada benarnya. Tapi, mayoritas masyarakat tidak banyak yang mau lakukan itu, dan menerima bulat-bulat pernyataan dari Grace.
“Kalau kita nalar secara dalam, bisa jadi ada benarnya juga. Tapi kan sebagian besar masyarakat ada yang kurang mampu menalar. Yang dia tangkap (PSI) menolak perda syariah,” sambung dia.
Ridwan melanjutkan, jika sebenarnya tak bisa juga hal itu dibenarkan. Karena, dalam konstitusi, sumber hukumnya ada dari agama. Makanya, kata Ridwan tidak bisa dilarang jika ada daerah yang ingin menerapkan Perda syariah.
Terlepas dari itu, soal pengunduran dirinya sebagai ketua dan kader PSI Gowa, Ridwan bilang sudah menyampaikan surat berbentuk soft copy kepada pengurus PSI Sulsel. Namun, sejauh ini belum ada respons.
Sebelumnya caleg PSI Kabupaten Bone Nadir Amir juga mengancam mundur sebagai kader maupun caleg. Nadir Amir yang juga Ketua PAC PSI Kecamatan Cina Bone mengaku juga tidak nyaman atas pernyataan Grace soal perda Syariah beberapa hari lalu. (rif)



×


Ridwan Mundur dari PSI, Fadli Sebut Lama Vakum

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar