pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

29 Desember Pelayaran tak Aman

MAKASSAR, BKM — Hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir memiliki intensitas cukup tinggi. Kondisi ini berlangsung, karena sekarang memang sudah mengarah ke puncak musim hujan.
”Sekarang ini masih ada jeda. Siang hujan, sore reda. Malam hujan lagi. Pagi matahari sempat muncul, baru hujan lagi,” kata Kepala Sub Bagian Pelayanan Jasa Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Siswanto, Rabu (26/12).
Januari mendatang, lanjut dia, konsistensi hujan dalam fase puncak di Kota Makassar.
Untuk kondisi gelombang laut, lanjut Siswanto, sekarang memang masuk dalam fase pasang tertinggi. Ditambah lagi konsistennya angin baratan sehingga ada tempias ke darat.
“Tapi hanya tempias saja. Karena waktu pasang tertinggi dan gelombang ada peningkatan. Sekarang tanggal 21 sampai 26 (Desember) memang masuk di fase pasang tertinggi,” jelas Siswanto.
Dia menambahkan, gelombang laut hingga beberapa hari ke depan berada pada ketinggian 1,25 meter hingga 2,5 meter. Namun ada peningkatan 2,5 meter hingga 4 meter di Perairan Kepulauan Selayar dan Laut Flores.
Yang perlu digarisbawahi, kata Siswanto, pada 29 Desember BMKG merekomendasikan kepada stakeholder terkait, terutama di Kepulauan Selayar untuk penyeberangan pada hari itu agar menyimak informasi yang disajikan BMKG.
“Namun kebijakan tetap kembali ke otoritas setempat. Yang jelas, kami rekomendasikan tanggal 28-29 itu tidak aman karena memang gelombang laut cukup tinggi,” jelasnya.
Gelombang laut tinggi itu karena adanya konsistensi angin barat yang cukup dominan, apalagi di musim hujan sehingga berkontribusi terhadap ketinggian gelombang laut.
Kepala Stasiun BMKG Maritim Paotere Irwansyah Nasution, mengatakan memang saat ini gelombang laut agak tinggi. Namun dia tidak yakin jika gelombang laut itu naik hingga daratan.
Dia berasumsi, adanya genangan di sekitar Rumah Sakit Siloam lebih disebabkan oleh persoalan irigasi yang mampet.
“Bukan air pasang itu. Karena untuk hari ini, air pasang hanya 1 meter. Tidak sampai di daratan,” imbuhnya.
Dia merincikan, tinggi gelombang dari pukul 15.00 Wita hingga malam memang bisa mencapai kisaran dua meter.
Gelombang laut itu menjadi tinggi juga karena angin bisa sampai 15 sampai 30 knot, berdampak ke gelombang laut sampai 2 meteran. Kondisi ini akan terus dirasakan, karena berkaitan dengan debit air hujan yang mempengaruhi pasang surut air laut. Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut sampai awal tahun depan.
Penjelasan Irwansyah mengkonfirmasi viralnya video yang beredar melalui media sosial, kemarin. Di Jalan Metro Tanjung Bunga depan RS Siloam disebutkan tergenang air yang cukup tinggi. Mobil yang lewat di jalur ini mesti berhati-hati.
Pantauan BKM, hujan yang mengguyur memang mengakibatkan genangan di sejumlah titik. Seperti di wilayah Antang, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala. Jalan Toa Daeng, serta Jalan Swadaya Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala.
Begitu pula Jalan Bitowa, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala. Sebagian wilayah Panakukang, Mangga III, Kompleks Kodam dan Jalan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya. Termasuk di Jalan Karunrung, Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini.
Tidak hanya itu, air juga meluap di sepanjang jalan protokol Andi Pangeran Petta Rani, dan Urip Sumohardjo. Genangan air di atas mata kaki orang dewasa. Hal ini mengganggu arus lalulintas dan membuat arus kendaraan melambat.
Sebatang pohon berukuran besar tumbang di Jalan Emmy Saelan, Kelurahan Sawerigading, Kecamatan Ujung Pandang. Seluruh batang pohon menutupi badan jalan, hingga menyebabkan kemacetan cukup parah. Banyak pengendara yang memilih memutar haluan dan menghindari ruas jalan tersebut. (rhm-jun/rus)



×


29 Desember Pelayaran tak Aman

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar