MAKASSAR, BKM — Sejumlah pria bersenjata menyebar di wilayah Tamalanrea. Mereka adalah polisi yang mengepung sebuah rumah dan menggerebeknya. Dari dalam, seorang remaja digiring menuju ke sebuah mobil.
Kendaraan tersebut lalu melaju ke tempat lain. Tak jauh dari lokasi pertama, mobil berhenti. Satu rumah dikepung lagi. Lagi-lagi seorang remaja diamankan.
Penyisiran terus dilakukan di wilayah ini. Terakhir, ada tiga unit rumah yang dimasuki. Tiga orang diringkus dengan tangan terborgol. Semuanya kemudian dinaikkan ke atas mobil. Mereka kini berjumlah lima orang.
Tak berhenti sampai di situ. Perburuan masih dilanjutkan di wilayah Biringkanaya. Satu rumah kembali dikepung. Dari dalam seorang pria digiring. Semuanya laludibawa ke posko Tim Khusus Polda Sulsel.
Enam orang yang diciduk ini merupakan komplotan begal. Mereka diringkus Timsus Polda Sulsel yang dipimpin Aiptu Iqbal Kosman.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengakui penangkapan enam orang komplotan begal tersebut. Kata dia, mereka diamankan Rabu dini hari (26/12) sekitar pukul 01.30 Wita.
Pengungkapan kasus ini bermula ketika Timsus Polda Sulsel dikoordinasikan terkait laporan polisi nomor: LP/299/XII/ 2018/Restabes Makassar/Sek Tamalanrea tertanggal 6 Desember 2018. Selanjutnya, timsus turun melakukan penyelidikan guna menindaklanjuti aduan tersebut.
”Informasi yang diperoleh dari Polsek Tamalanrea, diketahui bahwa komplotan ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Dari hasil penyelidikan, pelaku teridentifikasi. Keberadaannya pun diketahui. Satu persatu kemudian disergap di kediamannya,” terang Kombes Dicky, kemarin.
Lelaki pertama yang diamankan adalah Ar alias Ac (15). Beralamat di Kampung Buntusu, Kecamatan Tamalanrea.
Dari pengakuan Ac, terungkap keterlibatan rekannya. Iamenyebut bahwa dirinya telah dua kali melakukan tindak pencurian dan kekerasan. Saat beraksi, dia ditemani rekannya bernama Zulkifli alias Sule (17)
Mereka melakukan begal di wilayah Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Blok AC. Dari sini pelaku berhasil menjarah satu unit gawai merk Xiomi Redmi X2 warna silver.
‘Nyanyian’ Ac kemudian dikembangkan oleh polisi. Ia digiring menunjukkan persembunyian Sule di kompleks BTP Blok AF.
Dari pengembangan selanjutnya, empat nama pelaku muncul lagi. Masing-masing tiga warga Tamalanrea berinisial Rst (16), Ar (15), dan Rizal alias Ical (19). Satu lainnya adalah MA alia Aw (16), warga Biringkanaya.
”Dari pemeriksaan keenam tersangka, mereka mengakui perbuatannya melakukan tindak pidana pencurian disertai kekerasan. Bahkan dalah satu dari mereka, yakni Rst mendalangi aksi begal di delapan titik. Sementara MA dua kali, Rizal tiga kali, dan Ar satu kali. Saat beraksi mereka biasa bergenti teman. Proses hukumnya ditangani Polsek Tamalanrea,” terang Dicky. (ish/rus)
Enam DPO Komplotan Begal Terciduk
×

