DARI pantauan BKM di Kabupaten Barru, kawasan yang dilanda banjir yakni Kecamatan Barru, Balusu, Soppeng Riaja, Mallusetasi, Tanete Rilau, dan Tanete Riaja.
Di wilayah Desa Ajakkang, Kecamatan Soppeng Riaja, dan Dusun Pacciro di Kecamatan Balusu ketinggian air mencapai lebih dari satu meter. Akses jalan antara Pacciro ke Kelurahan Takkalasi tidak bisa dilewati kendaraan. Ada dua warga terseret air sungai dan belum ditemukan
Menurut Kapolsek Balusu Ipda Muhammad Arif, pihaknya menerima laporan dari warga Pacciro kalau seorang kakek bernama Muhammad (57) terseret air banjir di sungai Pacciro. Kala itu ia berusaha menolong cucunya bernama Ondeng (23).
“Kedua warga Pacciro ini diperkirakan terseret derasnya air sungai akibat banjir. Kami sudah menghubungi pihak Tagana untuk membantu melakukan proses pencarian kedua korban banjir, ” kata Arif.
Ketika dihubungi, Arif mengaku masih sibuk melakukan evakuasi warga di Dusun Pacciro dengan perahu seadanya, karena belum ada perahu khusus dari pihak BPBD.
Warga Kampung Maralleng, Kecamatan Tanete Rilau melaporkan sekitar lima rumah warga roboh diterjang banjir. Mereka menyebut banjir kali ini terparah dalam sepuluh tahun terakhir.
Banjir juga merendam jalan poros Barru-Parepare. Seperti di depan BTN Ammaro, tampak kendaraan terpaksa antre. Arus lalulintas juga terhalang karena adanya pohon tumbang ke tengah jalan.
Di depan Kantor Pengadilan Agama terpaksa dilakukan pengalihan satu jalur jalan, karena dari arah utara jalan poros ditutup. Begitu pula di jalan poros Barru-Parepare, tepatnya di Desa Ajjakkang. Satu jalur ditutup. Akibatnya, kemacetan panjang tak terhindarkan.
Kapolsek Soppeng Riaja Iptu Baso Harifuddin yang dihubungi, kemarin tengah sibuk mengatur lalulintas di jalan poros Desa Ajjakkang. Arus kendaraan dialihkan menjadi satu arah akibat satu jalur terendam banjir.
“Di kampung Attappareng, merupakan wilayah banjir terparah di Soppeng Riaja. Ketinggian air mencapai satu meter lebih. Di Ajakkang ada sekolah dasar terendam banjir,” beber Iptu Baso.
Banjir di kawasan Perumahan Pepabri mencapai ketinggian air hingga pinggang orang dewasa. Begitu pula di BTN Ammaro, Mattone. Dua kawasan itu tampak seperti lautan.
Perumahan guru saja yang selama ini tidak pernah terendam, kini terdampak. Di kawasan sekitar RSUD Barru terjadi longsor. Bahkan rumah sakit yang berlokasi di tempat ketinggian ini ikut juga tergenang banjir.
Situasi yang sama juga terjadi di jalan menuju Pasar Sentral Mattirowalie. Jalan AP Petta Rani bak lautan. Tidak satu pun roda empat dan roda dua yang berani melintas.
Banjir di Tanete Riaja juga terjadi di depan SPBU Kajuara. Seperti diungkapkan Camat Tanete Riaja Musakkir. Lokasi banjir berada di jalur jalan poros Pekkae-Soppeng. Kendaraan yang melintas di jalur ini mengalami kemacetan karena jalan tergenang banjir.
Sebagian warga menyebut banjir kali ini merupakan yang paling parah karena hujan deras terus mengguyur. Saluran air juga tersumbat.
Tetapi ada juga yang menuding, banjir terjadi karena salah satu pemicunya adalah pembangunan rel kereta api. Akses air sulit mengalir akibat terhambat dari proyek tersebut.
Kapolres Barru AKBP Burhaman turun tangan memberikan imbauan kepada warga di Masjid Agung Nurul Iman, usai salat Jumat, kemarin. Ia meminta warga mewaspadai terjadinya bencana alam seperti banjir yang kini melanda menimpa sejumlah wilayah di Barru.
Bupati Barru Suardi Saleh juga mendatangi sejumlah lokasi yang terdampak banjir. Dia mengatakan, kejadian ini merata di berbagai tempat. pemicunya karena curah hujan yang sangat tinggi sejak Kamis malam hingga Jumat.
“Setelah dari salat Jumat saya berkeliling memantau lokasi banjir. Yang pertama langsung ke Pacciro karena di situ cukup parah. Saya sudah perintahkan pihak BPBD agar berkoordinasi dengan Basarnas untuk memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban banjir,” ujar Suardi.
Dijelaskan pula bahwa pihaknya melakukan upaya pencarian terhadap dua warga Pacciro yang terseret air sungai. Juga mengevakuasi warga yang hendak mengungsi dari lokasi banjir.
” Kita akan evakuasi dengan melibatkan Tim BPBD bersama Basarnas dan instansi terkait. Begitu pula adanya laporan tentang seorang ibu yang hendak melahirkan di Kampung Kajuara, Kecamatan Barru. Ibu itu kesulitan dievakuasi karena wilayahnya terkepung banjir. Untuk itu saya sudah perintahkan kepala puskesmas untuk segera ke lokasi bersama tim medis guna memberikan pertolongan,” tandasnya. (rhm-udi/rus/b)
Kakek dan Cucu Terseret Arus
×

