MAKASSAR, BKM — Teka-teki tentang siapa yang akan menjadi Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar definitif, terjawab sudah. Wali Kota Mohammad Ramdhan Pomanto memilih Muh Ansar untuk posisi tersebut.
Nama kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar itu telah dikoordinasikan oleh Danny dengan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.
“Insyaallah seperti itu. Tadi (kemarin) saya sudah lapor Pak Gubernur, dan beliau sependapat dengan itu (Muhammad Ansar),” kata Danny Pomanto, Selasa (1/1).
Saat ini, lanjut Danny, pihaknya sementara melengkapi administrasi agar pelantikan segera dilakukan. Hal itu menghingat masa jabatan Naisyah Tun Azikin sebagai penjabat sekkot bakal berakhir dalam waktu dekat. Naisyah yang juga kepala Dinas Kesehatan Makassar ini dilantik sebagai pj sekkot pertengahan Oktober 2018 lalu.
Dalam tahap seleksi akhir, Ansar bersaing dengan dua calon lainnya. Yakni Abd Rahman Bando yang saat ini menjabat kepala Dinas Pendidikan, dan Andi Muh Yasir (Kadis Pemadam Kebakaran Kota Makassar) .
Danny sendiri dalam beberapa kesempatan,sebelumnya telah membeberkan sinyal jika calon sekkota berinisial A. Namun, untuk menentukan sosok tersebut, ia meminta pandangan dari beberapa NGO.
“Jadi bukan hanya saya, tapi pendapat banyak orang. Yang pasti saya akan putuskan nanti inisialnya A,” beber Danny kala itu.
Sebelumnya, lelang sekkot Makassar diikuti sebanyak delapan pimpinan OPD lingkup Pemkot Makassar. Masing-masing mantan Kepala Dinas Sosial Mukthar Tahir. mantan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Andi Bukti Djufrie. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar Dr Hadija Iriani.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Andi Muh Yasir. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Muh Ansar. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rusmayani Madjid. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Abd Rahman Bando. Inspektur Inspektorat Zainal Ibrahim.
Masa Jabatan Ashari Diperpanjang
Tahapan lelang jabatan untuk posisi sekretaris provinsi (sekprov) Sulsel juga sudah rampung. Panitia seleksi (pansel) telah mengantongi hasil seleksi beserta skoring tiap peserta.
Hasilnya pun sudah dilaporkan ke Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah, Senin (31/12) usai orang nomor satu Sulsel itu melantik bupati/wakil bupati Jeneponto dan Sidrap.
Ada 10 nama yang mengikuti lelang sekprov. Yakni Sekkab Selayar Marjani Sultan. Direktur Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI Abdul Hayat Gani. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sulsel Jufri Rahman. Ketua Program Studi Matematika PPS UNM Prof Hamza Upu. Dosen IPDN Zubakhhrum Tjenreng.
Yang lainnya, adalah Kepala Dinas Pendidikan Irman Yasin Limpo. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Iqbal Suaeb. Akademisi Unhas Prof Burhanuddin Harafah. Mantan Sekkab Takalar Nirwan. Dan Penjabat Sekprov Sulsel Ashari Fakhsirie Radjamilo.
Ketua pansel seleksi terbuka Prof Gagaring Pagalung, sejak awal memberi penekanan jika proses seleksi yang dilakukan akan berlangsung secara transparan dan independen. Namun hingga seleksi berakhir, pansel belum juga mengumumkan skoring peserta.
Bahkan yang dilakukan panitia seleksi (pansel) sepertinya hanya formalitas. Hasilnya, skoring tak sepenuhnya menjadi pertimbangan Gubernur Nurdin Abdullah.
Ketua Pansel Prof Gagaring Pagalung, mengungkapkan pihaknya telah menyerahkan seluruh dokumen hasil seleksi yang melewati empat tahapan. Berkas tersebut diberikan kepada gubernur, Senin (31/12).
“Laporan tim pansel telah disampaikan setelah pelantikan bupati Jeneponto dan Sidrap. Saya sudah serahkan dan selanjutnya Pak Gubernur yang akan sampaikan hasilnya,” kata Prof Gagaring.
Dikonfirmasi terkait tiga besar hasil assesment yang dilakukan selama sebulan lebih, guru besar Unhas ini tak ingin membeberkannya. Dirinya hanya menyebut, nilai 10 peserta lelang semuanya berada di atas nilai standar.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengakui dokumen hasil lelang sekprov telah diterima dirinya. Hanya saja, map cokelat yang berisi berkas tersebut, baru akan dibuka setelah dirinya bertemu dengan Wagub Andi Sudirman Sulaiman.
Pertemuan itu sendiri hanya akan dilakukan berdua, paling lambat minggu ini. Setelah diputuskan tiga besar calon sekprov, nama ini akan dikirim ke kemendagri untuk diputuskan sekprov definitif.
“Tidak hanya melihat skoring saja. Ada hasil assesment yang bagus tapi yang lain beda. Kita mau sekda yang bisa menjembatani gubernur dan wagub. Bukan dari orangnya gubernur atau wagub saja,” kata Nurdin Abdullah.
Nurdin menyebutkan orang yang diusulkan harus tepat, figur yang matang, punya pengalaman di pemerintah. Serta pernah mengikuti beberapa pendidikan, terutama pendidikan dan latihan kepemimpinan (Diklatpim).
“Kalau saya siapa saja, yang penting mampu memberikan semangat bagi kita semua. Karena sekda itu pamong tertinggi. Pelayan gubernur dan wagub, serta mengkoordinir seluruh OPD,” jelasnya.
Meski sudah menyelesaikan tahapan seleksi, Nurdin menyebutkan penentuan sekprov definitif masih butuh waktu satu bulan. Itu setelah melalui beberapa tahapan lagi di Jakarta, ke Mendagri, MenpanRB, Mensesneg, wakil presiden hingga presiden.
Terkait jabatan Penjabat Sekprov Sulsel Ashari Fakhsirie Radjamilo yang akan berakhir bulan ini, akan diperpanjang lagi. “Kita perpanjang lagi jabatannya Pak Ashari sampai ada defenitif,” sebutnya. (nug-rhm/rus)

