MAKASSAR, BKM — Tahun 2019 kini telah dijejak. Tahun baru semangat baru. Semua orang menaruh harapan besar di tahun politik ini. Optimisme pun menyertainya.
Termasuk dari para kepala daerah yang ada di Sulsel. Mulai dari gubernur hingga wali kota dan bupati.
Sebagai orang nomor satu di Sulsel, Prof Nurdin Abdullah punya banyak asa untuk membawa daerah ini ke arah yang lebih baik. Kala bincang-bincang dengan wartawan di pengujung tahun 2018, Nurdin mengaku cukup lega bisa mengawal program strategis gubernur/wakil gubernur sebelumnya hingga peralihan kepemimpinan berjalan mulus.
“Saya ambil kemudi di tengah jalan. Jadi kami kawal betul kebijakan pemimpin sebelumnya hingga Desember 2018. Bersyukur karena bisa bersinergi dan program berjalan dengan baik,” ungkap Nurdin.
Tahun ini, banyak hal yang diharapkan bisa terwujud. Namun, semua itu ingin diwujudkan dan diawal dengan hal yang baik. Makanya, digelar doa dan zikir bersama di pengujung tahun 2018 menuju 2019, agar segala upaya yang akan dilakukan bisa diijabah Allah SWT.
“Kita mengawali niat untuk membangun Sulsel dengan mendekatkan diri pada Allah melalui zikir dan doa. Temanya Sulawesi Selatan bertasbih,” kata Nurdin.
Salah satu yang dilantunkan dalan zikir dan doa-doa adalah agar Sulsel di tahun 2019 terhindar dari marabahaya dan bencana. Seperti banjir yang belum lama ini terjadi di Kabupaten Barru serta Kota Makassar.
Asa lain yang diharapkan terwujud tahun ini adalah bagaimana seluruh entitas lingkup Pemprov Sulsel bisa bekerja maksimal. Khususnya dalam mewujudkan mimpi-mimpi yang telah dibangun melalui program-program yang telah dirancang bersama.
Sinergitas antara kabupaten/kota juga harus semakin baik. Tak ada lagi ego sektoral yang menjadi jurang pemisah antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
Semua yang baik-baik, yang telah dicapai pemerintahan sebelumnya harus dipertahankan. Malah lebih baik dari sebelumnya. Salah satunya, dalam menjaga pertumbuhan ekonomi di posisi poin tujuh lebih.
“Pertumbuhan ekonomi Insyaallah naik terus. Kita optimis. Apalagi ada tambahan smelter nikel di Bantaeng sudah ekspor juga,” jelasnya.
Dia mengatakan, beberapa proyek strategis yang sudah dalam proses diharapkan bisa rampung. Sepertk GOR Barombong, CoI, Masjid 99 kubah.
“Tapi saat ini kita masih tunggu dulu audit BPKP. Bersama korsub KPK, kita jalan sama-sama menyelesaikan ini,” ungkapnya.
Nurdin juga berharap kepastian hukum dan investasi bisa terjamin. Itu sangat penting untuk menarik minat investor menanamkan modalnya di Sulsel.
Nurdin juga berharap agar aset milik Pemprov Sulsel yang selama ini masih banyak bersoal, bisa diselesaikan dan ditertibkan.
“Saya akan bentuk tim aset untuk klasifikasi seluruh aset kita,” tegasnya.
Selanjutnya, mengawali kegiatan fisik tahun ini, diharapkan TP4D memberi pengawalan sejak proses tender hingga pengerjaannya. Begitu juga dengan pengadaan barang dan jasa. Tidak boleh ada yang bersoal. Karenanya, dia meminta ada review dari Inspektorat sebelum pelelangan.
“Intinya, semoga program dan target yang sudah kita tetapkan bisa terakomodir dan terealisasi semua,” pungkasnya.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto meyakini tahun ini Makassar akan jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Argumentasinya diasumsikan raihan yang telah dicapai tahun sebelumnya.
Hingga akhir tahun 2018, Makassar mengalami pertumbuhan yang baik, seperti dalam hal ekonomi. Kota Makassar mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat hingga mencapai 8,40 persen.
Selain itu, melalui program penguatan ekonomi yang menyasar hingga ke-RT/RW, Kota Makassar berhasil menekan angka inflasi hingga 2,30 persen. Angka ini tentu sangat baik, mengingat saat Danny dilantik empat tahun silam, tingkat inflasi masih mencapai 8,51 persen.
Wali kota yang karib disapa Danny ini menuturkan, jika dilihat dari grafis yang diluncurkan BPS maupun diluar dari BPS, terjadi perkuatan-perkuatan yang tampak.
“Kalau kita mengukur hari esok harus lebih baik dari hari ini, maka tanda -tanda itu terlihat di Makassar. Tinggal bagaimana leadership nanti yang berkelanjutan dan faktor penentu 2019. Kita maju, mundur atau stagnan,” katanya.
Danny berujar, dari tanda-tanda tersebut, Makassar tidak mundur, Makassar maju dan lebih baik dari sebelumnya. Meskipun masa jabatannya tinggal lima bulan ke depan untuk periode pertama, namun dirinya optimis kemajuan Makassar tetap berlanjut.
“Masa jabatan saya sama Deng Ical tinggal lima bulan. Saya kira pondasinya sudah ada. Batang tubuhnya sudah ada. Tinggal bagaimana konsistensi dan komitmen terhadap prosedur yang telah kita sepakati untuk pimpinan berikutnya,” ungkapnya.
Walaupun selama dirinya menjabat sebagai wali kota, Makassar terus maju, namun Danny mengaku masih ada beberapa sisi kekurangan. Kekurangan ini ada secara fundamental.
Namun dikatakannya lagi, hal ini bisa ditanggulangi, karena sistem untuk memperbaikinya sudah ada. Tinggal menjalankan saja, menjaga supaya jalan di jalurnya.
“Insyaallah Makassar, setelah pilpres, pileg kita punya darah segar, baik itu nanti presidennya tetap atau bukan, kemudian pilegnya berubah. Yang jelas, semua orang mestinya menjadikan 2019 jauh lebih optimis. Karena pascapilpres dan pileg kita punya semangat lebih baik lagi,” tandasnya.
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan berharap, di tahun 2019 semuanya tetap sehat dan selalu dalam lindungan Allah Swt. Tahun ini juga makin kompak dalam membangun Indonesia yang lebih baik, khususnya Kabupaten Gowa.
”Yang terpenting lagi, di tahun baru ini saya mengajak masyarakat Gowa untuk selalu menjaga kekompakan dan kebersamaan. Dengan kekompakan dan kebersamaan kita akan menjadi pondasi kuat bergeraknya pembangunan dan berjalannya seluruh program pemerintah,” kata Adnan.
Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa, mengatakan program 100 hari kerja telah ia laksanakan dengan baik berpasangan Wakil Bupati A Kartini Ottong. Tentunya, visi misi pembangunan Kabupaten Sinjai akan berlanjut di tahun 2019, meskipun harus diakui bahwa masih banyak harapan masyarakat yang belum diwujudkan hingga saat ini.
”Saya berharap tahun 2019 menjadi momentum bagi kita semua untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat. Olehnya itu, dukungan dari stakeholder dan partisipasi masyarakat sangat kami butuhkan dalam mengawal program pembangunan, dan tetap menjaga situasi yang kondusif di Kabupaten Sinjai,” ujar Andi Seto.
Bupati Luwu Andi Mudzakkar menyebut, 2019 adalah tahun melanjutkan pembangunan untuk Kabupaten Luwu lima tahun ke depan. 2019 adalah progres panjang mempercepat arah pembangunan Luwu sesuai yang tertuang dalam RPJMP.
”Walaupun masa jabatan saya akan berakhir pada 13 Februari 2019, namun selama dua periode menjabat bupati Luwu saya telah meletakkan dasar pondasi pembangunan hampir di semua lini. Soal ekonomi kerakyatan selama 10 tahun terakhir terus bergerak naik,” ucapnya.
Untuk infrastruktur, ia merujuk pada sektor kesehatan, pendidikan, jalan dan jembatan. Juga pasar tradisional modern, pembukaan lahan pertanian, hingga kucuran 2000 hand traktor. Termasuk pembangunan bendung To Matoppe. Semua itu merupakan hal prinsip guna memenuhi hak dasar hidup rakyat.
”Destinasi wisata alam pegunungan di Kecamatan Latimojong telah kita rintis untuk memudahkan dan mendorong Kabupaten Luwu sebagai daerah tujuan wisata. Harapan saya, 2019 adalah tahun di mana Kabupaten Luwu lebih maju mandiri, berdaya saing dan religius,” tandasnya.
Optimisme juga datang dari Bupati Jeneponto H Iksan Iskandar. Tahun 2019, Iksan yang dilantik sebagai bupati periode kedua, Senin (31/12) berharap bisa meraih opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
”Tahun 2019 ini kita terus berusaha untuk mendapatkan Piala Adipura. Juga menambah sekolah Adiwiyata berdasarkan penilaian Kementerian Lingkungan Hidup,” ujarnya.
Bupati Maros HM Hatta Rahman, mengatakan keberhasilan yang telah diraih tahun 2018 silam sebisa mungkin dipertahankan. Bahkan ditingkatkan di tahun-tahun selanjutnya.
”Dengan begitu, apa yang menjadi harapan kita bersama, yaitu Maros lebih sejahtera dapat tercapai,” katanya.
Bagi Bupati Barru Suardi Saleh, dalam memajukan pembangunan daerah, semua pihak harus memiliki kemampuan untuk menerima kritik dari siapa pun dan dalam bentuk apa pun. Sepanjang itu bersifat membangun dan mampu memberikan serta menawarkan jalan keluar.
”Saya sangat berharap tahun 2019 menjadi kesempatan yang baik dan terbuka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Barru melalui pembangunan ekonomi dan infrastruktur, ” kata Suardi.
Apa yang telah dilakukan pada 2018, lanjut Suardi, harus menjadi bahan evaluasi dan introspeksi diri semua pihak. “Kita tidak boleh melupakan kekurangan di masa lalu, karena hal tersebut bisa menjadi parameter untuk berbuat yang lebih baik di 2019,” imbuhnya. (rhm-nug-din-udi-ari-sar-wan/rus)
SEMANGAT DAN OPTIMIS
×

