GADIS berkulit putih dan tinggi semampai ini membuktikan, jika lulusan sarjana tidak mesti harus bekerja di kantoran untuk dapat membuktikan kesuksesan. Sosok Andi Husnayanti Ahmad ini membuktikan jika jalan hidupnya sebagai seorang sarjana menjadi enterpreneur kenapa tidak.
Laporan: ARDHITA ANGGRAENI
Perempuan kelahiran Watansoppeng, 28 Maret 1993 ini bercerita jika sejak sekolah hingga kuliah dirinya banyak belajar menjadi enterpreneur dari sosok ibunya. Sejak saat itu, ia bertekad ingin membuka usaha ketimbang menjadi pegawai kantoran usai menjadi sarjana. “Awal mulanya, usaha abon ini dipelopori oleh ibu saya yang senang memasak abon untuk konsumsi di rumah. Dari situlah terbersit keinginan untuk menjadikan abon tersebut menjadi sebuah usaha rumah tangga,” ungkapnya saat ditemui penulis, kemarin.
Lanjut anak bungsu dari empat bersaudara ini, mengaku, Awal mulanya Onion King bergerak pada bidang pendistribusian bawang merah, seiring berjalannya waktu kini Onion King bergerak di bidang industri rumah tangga dengan memproduksi Abon Ayam Hawa. Onion King adalah usaha yang didirikan pada bulan September 2016 yang beralamatkan di Jalan Nipa-nipa, Bukit Nirwana 2 B4, Manggala, Makassar.
Saat ini usaha abon ayam hawa telah memiliki legalitas usaha P-IRT, dan baru-baru ini mendapatkan bantuan sertifikasi halal LPPOM MUI dari Dinas Koperasi Sulsel. Adapun kapasitas produksi abon Hawa adalah 250 kg per bulan. “Untuk jumlah karyawan saat ini adalah tiga orang, kita jualnya secara online maupun offline. Permintaan abon hawa sudah keluar Makassar, seperti Kabupaten Soppeng, Pinrang dan lainnya,” katanya.
Anak dari alm Drs Ahmad Saraka, MSi dan Andi Murniati ini membukti jika dalam memulai usaha pasti akan menemui kendala dan tantangan. Begitupun dengan usahanya, dimana awalnya Husna tidak percaya diri, takut gagal dan tidak tahu memulai dari mana usahanya. Namun rasa itu ia tekan dengan membangun mindset bahwa kenapa tidak seorang lulusan sarjana membuka usaha.
“Saya berani melawan rasa minder, pesimis, dan takut. Stigma yang berkembang pada masyarakat awam umumnya yang memiliki background lulusan sarjana paling tidak dapat berkerja di sebuah instansi baik swasta ataupun pemerintahan. Karena lingkungan pada umumnya menuntut hasil tanpa melihat bagaimana proses dalam sebuah usaha. Dan dari situlah saya mempunyai tekad untuk membuktikan bahwa seorang sarjana menjadi enterpreneur, why not?,” bebernya.
Sejak dulu bercita-cita menjadi Womenpreneur ini, menuturkan untuk membuka usahanya, Husna mempunyai modal Rp5 juta. Namun kini dengan berjalannya bisnis usaha abon Hawa, Husna telah meraih untung perbulannya sebesar Rp 10 Juta. “Modal awal yang dibutuhkan sekitar Rp 5 juta rupiah, kalau sekarang kisaran Rp 10 Juta. memotivasi saya untuk menggeluti dunia usaha ini terbangun atas dasar jika saya tidak membangun mimpi saya sendiri, maka orang lain akan mempekerjakan saya untuk membangun mimpi mereka,” ucapnya.
Selain itu, Husna yang mempunyai Hobby membaca, menulis, memasak ini. Mengingginkan dimana rezeki orang lain mengalir melalui dirinya dan dengan dirinya pula Husna ingin menjadi seseorang yang dapat memberi manfaat bagi orang lain. “Pada mulanya keluarga cenderung menyarankan untuk mencari pekerjaan yang lain tapi seiring berjalannya waktu keluarga kini sangat mensupport usaha saya,” tuturnya.
Kini Husna mempunyai planing atau target kedepan.” Target yang ingin di raih kedepan insyaAllah abon hawa bisa ekspor ke mancanegara tentunya dengan menawarkan abon yang berdaya saing. Saya percaya Allah yang Maha Pemberi Rezeki dan segala sesuatunya telah Allah tetapkan. Tugas saya pribadi terus berusaha dijalan yang Allah ridhoi,” tutupnya.(*)

