MAKASSAR, BKM — Cuaca ekstrem yang melanda Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir begitu dirasakan dampaknya oleh para nelayan. Mereka memilih untuk tidak melaut. Kapal yang biasa dioperasikan kini menganggur dan hanya ditambatkan di dermaga.
Seperti yang terlihat di Pelabuhan Paotere. Aktivitas di lokasi yang juga menjadi tempat pelelangan ikan terbesar di Makassar ini tak seperti sebelumnya.
Dari pantauan BKM, Kamis pagi (3/1), puluhan perahu dari yang berukuran kecil hingga besar, hanya bersandar di sekitar pelabuhan. Beberapa nelayan yang ditemui, mengaku sudah menambatkan kapalnya hingga hampir sepekan lamanya.
“Sudah empat harimi kita parkir kapal karena hujan yang hampir tidak pernah berhenti,” kata Daeng Bahar, saat ditemui di sekitar TPI.
Menurutnya, dari pengalaman selama ini, hujan yang turun di daratan kadang menimbulkan ombak dan angin kencang di tengah laut. Mereka juga malas turun melaut, karena biasanya ketika ombak tinggi di tengah lautan, hasil tangkapan berkurang.
Ketakutan para nelayan mencari ikan, berdampak langsung pada berkurangnya stok ikan di pasaran. Sehingga mau tidak mau, harga ikan dalam berapa hari ini melonjak hingga dua kali lipat. (jun/rus)
Suaca Ekstrem, Kapal Nganggur
×

