DANGKE adalah salah satu makanan khas di Sulsel. Kebanyakan Dangke biasanya kita temui di Kabupaten Enrekang. Namun dengan inovasi yang dilakukan Marwah, dangke bisa dinikmati dan mudah dan ditemui di Kota Makassar.
Laporan: NUGROHO
Wanita inilah si pengubah wajah dangke dari yang hanya dikenal sebagai makanan tradisional, menjadi dikenal masyarakat luas. Dangke yang awalnya dikenal berbentuk hampir sama seperti keju, Marwah mengubahnya menjadi berbentuk seperti kerupuk dan cemilan yang hampir disukai semua orang.
Dari apa yang ia lakukan tersebut, bahkan kini dirinya mampu memenuhi kebutuhan hidupnya dan menghasilkan omset penjualan hingga Rp2 juta per bulan.
Selain sebagai media untuk mempopulerkan makanan tradisional, dangke yang ia ciptakan mampu menjadikannya seorang wirausaha. Karena bagi dirinya, tak perlu menunggu lama menjadikan sebuah potensi yang ada di daerah menjadi sebuah penghasilan.
Baginya selagi ada kesempatan harusnya gunakan sebaik mungkin, agar apa yang menjadi harapan dan cita-cita dapat tercapai.
Usaha yang digelutinya sejak awal 2018 tersebut diberi nama “Rumah Dangke Anona” yang beralamat di Jalan Kayu Agung 5 no 15 Bukit Baruga. Produk yang berbahan susu ini kini telah di pasarkan dibeberapa tempat penjualan di pusat oleh-oleh di Kota Makassar dalam kemasan kerupuk.
“Usaha saya ini terbentuk atas inisiatif sendiri dengan modal Rp1 juta, itupun dari dana beasiswa yang saya terima dari kampus dulu,” ungkap Marwah.
Selain itu, sambung Marwah, usaha yang digelutinya tersebut terinspirasi dari tanah kelahirannya yang terkenal penghasil susu yakni Kabupaten Enrekang.
“Kan saya orang dari Enrekang, dimana tempat kelahiran saya terkenal dengan penghasil susu, dan merupakan kesempatan untuk membuka usaha,” kata wanita kelahiran Enrekang, 1 November 1995 ini.
Dalam menjalankan sebuah usaha perlu ada inovasi baru, utamanya usaha kuliner, agar usaha tersebut bisa berkelanjutan. “Rumah Dangke Anona” produk yang sajikan ini pun tadinya berawal hanya tiga rasa yakni rasa coklat, kopi dan rasa original.
Marwah pun awalnya melihat potensi lowongan kerja yang semakin sempit. Atas dasar tersebut, dirinyapun berinisiatif sendiri membuka peluang usaha. Salah satu yang menjadi idenya saat itu pun adalah dangke.
“Kan, ketika selesai kuliah pasti butuh kerja, dan ini butuh inovasi, dengan usaha yang saya buat ini sedikit meringankan beban orang tua saya terkait biaya,” ungkapnya.
Kata Marwah menjadi seorang entrepreneur ada beberapa hal yang harus ditanamkan dalam dirinya.Pertama mampu mengambil keputusan, dan tidak pernah ada kata menyerah.(b)

