pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sedih Kalau Tanaman yang Dirawat Dicuri Orang

Kendati yang berprofesi sebagai petugas taman di Kecamatan Panakkukang, Muh Amin Kadir merasa enjoy alias nyaman dengan perasaan yang digelutinya saat ini. Dia tidak merasa terbebani walaupun memiliki tanggung jawab yang cukup besar.
Dia harus membersihkan dan menata taman yang ada di sepanjang Jalan Pengayoman dan Bougenville. Baik terik maupun hujan, konsistensi dan kesetiaan terhadap tugas menjadi tanggung jawab yang harus dilakoni. Tugas rutinnya adalah merawat tanaman, mencabut rumput, membersihkan, dan berkoordinasi dengan penyiram taman.
“Taman sepanjang Pengayoman, Jalan Bougenvil jadi tanggung jawab kami. Selain itu, saya juga kerap mengisi tugas petugas lain yang berhalangan,” jelas Amin Kadir.
Dia memulai aktifitasnya membersihkan taman pukul 06.00 wita. Jadi usai salat subuh, dia sudah mempersiapkan diri berangkat ke tempat kerja. Dimana saat seperti itu, orang-orang masih ada yang tidur. Biasanya, aktifitasnya selesai pukul 08.00 wita. Kemudian kembali pukul 12.00 wita sampai pukul 16.00 wita.
Tugas ini sudah digelutinya selama lima tahun. Suka duka dialaminya. Dia mengaku kerap kesal jika taman yang sudah ditata dan diurus baik-baik, dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Belum lagi kalau ada tangan-tangan jahil yang mencuri tanaman.
“Taman yang dirusak, tanaman dicuri, petugas yang disalahkan. Jadi kalau ada taman rusak atau bunga bunganya dicuri, sakit lagi kepala pikir, walaupun bukan saya yang gantikan, masalahnya terkadang cantikmi taman sisa dirawat, akhirnya dibibit lagi di tata ulang lagi,” keluhnya.
Kendati hanya sebagai petugas taman dengan gaji yang tidak seberapa, Amin Kadir bisa mengangsur motor dan mengantar anak pertamanya mewujudkan cita-cita, menjadi seorang sarjana. Sementara dua anaknya yang lain masih sekolah di tingkat Menengah Atas (SMA) dan Menengah Pertama (SMP).

Baginya, pendidikan nomor satu. Dia rela membanting tulang agar anak-anaknya bisa bersekolah. Karena tanpa ijazah di tangan, anak-anaknya tidak punya nilai tawar untuk merebut peluang kerja. Selain itu, dengan bersekolah, wawasan berpikir anak-anaknya akan lebih luas.
“Anak Saya orang, pertama kuliah dan selesai, di STIE Bongaya, kedua SMA, ketiga SMP,” tuturnya.
Karena kondisi keuangannya masih terbatas, ditambah anak-anaknya butuh biaya yang cukup besar untuk sekolah, hingga saat ini, dirinya masih menumpang tinggal di rumah orang tuanya, Jalan Batua Raya. (jun)



×


Sedih Kalau Tanaman yang Dirawat Dicuri Orang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar