pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sempat 30 Tahun Tekuni Pekerjaan Salesmen

MENEKUNI bidang salesmen selama 30 tahun ternyata membuat seseorang jenuh bahkan hengkang dari pekerjaannya. Seperti halnya yang dialami Muhammad Thahir R hingga banting setir menjadi seorang pengusaha rumahan di area Makassar-Gowa.

Laporan: ARDHITA ANGGRAENI

Pria kelahiran Makassar 16 november ini berkisah ke penulis, jika dulu sebelum membuka usaha, dirinya sempat merasa galau memilih jenis usaha apa yang akan dibukanya. Namun setelah berpikir dan berharap membuka usaha yang bisa bertahan lama, akhirnya Thahir sapaan akrabnya memutuskan membuka usaha kripik singkong.
Kini usahanya kripiknya itu, diberi nama Keripik Singkong Dg Tata.
Jika mendengar nama keripik itu, menurut Thahir warga Makassar dan Gowa sudah tidak asing lagi, sebab kini langganan kripik singkong milik Thahir telah mempunyai pelanggan tersendiri dan terjual di toko-toko dan pusat perbelanjaan oleh-oleh khas Makassar.
“Mulanya itu saya lepas dari salesmen. Jadi saya buka usaha itu, karena daripada nganggur langsung buka usaha itu saja. Saya membuka usaha keripik, karena bisa bertahan lama daripada membuka usaha makanan basah seperti ikan bakar,” jelasnya.
Apalagi, kata dia, membuka usaha rumah makan seperti ikan bakar harus membutuhkan modal besar, termasuk menyiapkan lokasi strategis serta tempat yang bersih. Daripada harus kontrak tempat lebih baik lebih baik membuka usaha keripik. Bisnis inipun bisa dilakukan di rumah sendiri, ungkapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Anak pertama dari tujuh bersaudara ini, sudah terbiasa mandiri sejak dulu dan terkenal akan kemandirian dan kepemimpinannya. Tidak salah jika di bawah asuhan usahanya, usahanya kini bisa berkembang besar.
Saat ditanyakan bagaimana suka dukanya, Thahir mengaku, jika bisnis apapun pasti menemui masalah dan tantangan. Seperti halnya dirinya saat membuka usaha keripik singkong ini mulai dari modal yang kurang, peralatan yang terbatas hingga sumber tenaga kerja yang kurang.
“Saya buka usaha ini tahun 2013, nanti aktif sekali di tahun 2015. Waktu di tahun 2013 ini saya masih jual kering biasa saja, beda dengan kemasan sekarang, karena dulunya saya jual itu hanya 1.000 yang saya taruh di warung-warung dan kantin sekolah,” jelasnya.
Baru pada tahun 2015 ia mulai merambah pusat pertokoan, mall dan warung-warung. Bahkan harganyapun dinaikkan Rp5.000. “Dulu kan sekolah-sekolah, warung-warung sekarang juga masuk di pusat oleh-oleh mi’,” tambahnya.
Awal-awalnya bisnis kripik singkong Dg Tata ini hanya bermodalkan uang sebesar Rp500.000. Seiring berkembangnya, usaha Thahir juga mendapat modal bantuan dari para teman-temannya se waktu pertemuan alumni sebesar Rp5 Juta.
“Kalau pemasaran itu sudah jelas pasti ada kendala. Permodalan juga salah satu masalah, untung ada teman-teman alumni yang bantu. Mereka tanya-tanya apa nih yang kurang terus beli alat seperti alat potong singkong, timbangan, blender,” katanya.(*)



×


Sempat 30 Tahun Tekuni Pekerjaan Salesmen

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar