Partarungan dan pertaruhan bintang Spanyol Yamine Lamal dan bintang Argentina Lionel Messi akan lebih seru dan panas lagi jika disaksikan melalui acara nonton bareng.
Warkop yang kerap menjadi tempat pertandingan liga domino dan juga liga stand up comedy ini akan menyajikan tontonan seru melalui TV layar lebar.
Apa yang menarik dari nobar final Piala Dunia 2026 di Warkop Enreco?

Abdul Rahman Tahir
Abdul Rahman Tahir dari komunitas Tangga Art Unhas mengatakan, nobar di Warkop Enreco pasti akan lebih seru karena fans kedua kubu, Spanyol dan Argentina, akan sama-sama hadir, menonton, dan membela tim masing-masing.
“Di sini kita bisa merasakan aura seperti stadion, ada teriakan-teriakan penyemangat dan ada pula teriakan kesal dan kecewa,” ujar Arman, sapaan Abdul Rahman Tahir, Minggu 19 Juli 2026.
“Namun semua terjaga dalam suasana kondusif dan saling menghargai,” jelas pengusaha kuliner ini.
Hal menarik lainnya dari nobar di Warkop Enreco adalah tersedianya minuman kopi secara gratis bagi setiap pengunjung. Juga ada berbagai penganan yang akan menemani selama pertandingan berlangsung.
“Tak hanya itu, kami juga menyediakan door prize,” kata Arman.
Arman menjelaskan, setiap pengunjung yang datang ke Warkop Enreco pada Senin dini hari menjelang pertandingan akan mendapatkan kupon yang bisa ditukar dengan kopi dan kue gratis serta nomor undian untuk door prize.
“Warkop Enreco bisa menampung pengunjung sekitar 50 orang, bahkan bisa sampai 100 orang jika membeludak. Pasti akan seru sekali,” ujarnya.
Duel Panas
Spanyol vs Argentina di final Piala Dunia 2026 mengarah pada duel dua generasi di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu, 19 Juli 2026 waktu setempat atau Senin 20 Juli 2026 Wita.
Spanyol datang dengan laju 37 laga tanpa kalah dan pertahanan paling rapat di turnamen, sedangkan Argentina tiba sebagai juara bertahan yang kembali mengandalkan pengaruh Lionel Messi dalam upaya memburu gelar dunia beruntun.
Final ini mempertemukan dua jalur yang berbeda menuju laga puncak. Spanyol melangkah ke final setelah menyingkirkan Prancis 2-0 pada semifinal lewat gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro, dalam laga yang kembali menunjukkan kontrol permainan tim asuhan Luis de la Fuente.
Sementara Argentina lolos dengan cara lebih dramatis setelah bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Inggris 2-1 melalui gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.
Di atas kertas, Spanyol membawa modal kolektif yang sangat kuat. Mereka baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen dan terus menjaga identitas sebagai tim yang dominan dalam penguasaan bola dan ritme pertandingan.
Lamine Yamal memang menjadi wajah paling menyita perhatian, tetapi kekuatan Spanyol justru muncul dari kerja kolektif, sirkulasi bola, dan kemampuan menekan lawan tanpa banyak kehilangan bentuk.
Argentina datang dengan narasi yang berbeda. Tim asuhan Lionel Scaloni tidak selalu menang dengan cara rapi, tetapi berkali-kali menunjukkan daya tahan saat berada dalam tekanan.
Saat semifinal melawan Inggris tampak lepas, Messi tetap menemukan momen untuk memberi dua assist yang membalikkan pertandingan dan mengirim Argentina ke final kedua secara beruntun.(rls)

