pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dinsos Gandeng JICA Tangani Lansia Terlantar

MAKASSAR, BKM — Pemprov Sulsel melalui Dinas Sosial menggandeng JICA untuk melayani warga lanjut usia khususnya yang berstatus lansia terlantar.
Koordinator Relawan Jepang untuk JICA, Asihara Tomoko mengatakan, sebagai lembaga kerjasama yang bersifat teknis, pihaknya bisa menyiapkan relawan yang bisa membantu dalam pelayanan kepada Lanjut Usia.
“Kami punya yang disebut dengan Junior Expert yang merupakan relawan yang memiliki kemampuan teknis sesuai dengan program yang akan dikerjasamakan,” jelasnya.
Meski begitu, lanjut Asihara, pihaknya tidak perlu menekankan bahwa JICA dalam menjalin kerjasama tidak menyiapkan bantuan dana. “Kami disini bagaimana membantu pelaksanaan program yang ada dari sisi teknis, jadi tidak ada bantuan pembiayaan terkait program di dalamnya,” ungkapnya.
Untuk itu, menurut Asihara, jika Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Dinas Sosial ingin bekerjasama dengan pihaknya, dapat mengajukan permintaan melalui Kementerian Sosial yang dilanjutkan ke Sekretariat Negara, untuk diteruskan ke JICA.
Sementara, Kepala Dinas Sosial Provinsi, Ilham A Gazaling menjelaskan, pihaknya memiliki sejumlah program dalam pelayanan kepada Lanjut Usia yang bisa dikerjasamakan.
“Kita punya sejumlah program, yang bisa dibicarakan secara teknis untuk menjadi kerjasama dengan pihak JICA. Terlebih, kami memang memiliki UPT khusus untuk pelayanan Lanjut Usia,” katanya.
Untuk itu, lanjut Ilham, pihaknya mempersilahkan pihak JICA untuk melihat seperti apa teknis kegiatan terkait pelayanan lanjut usia dan program apa saja yang bisa dilaksanakan kerjasama. “Saya minta kepada Bidang dan Seksi terkait untuk menjelaskan secara teknis,” ujarnya.
Lebih jauh dia mengemukakan, secara umum ada 2 (dua) jenis layanan yang diberikan kepada Lansia, yaitu di dalam lembaga dan luar lembaga.
“Untuk pelayanan dalam lembaga, kita utamakan mereka yang berstatus terlantar dan tidak punya keluarga sama sekali. Kita punya UPT Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia di Parepare,” jelasnya.
Di dalam UPT ini, jelas Ilham, para Lansia yang ditampung akan mendapatkan pelayanan dasar sesuai kebutuhan, mulai dari makanan hingga pelayanan kesehatan jika ada yang menderita sakit.
Sementara, lanjut Ilham, untuk layanan luar lembaga dilakukan dengan bermitra dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di Sulsel, dengan memberikan pelayanan home care secara berkala.
Kemudian, lanjut Ilham, juga dilakukan pendampingan yang dilakukan oleh Pekerja Sosial. Dimana di Sulsel, jumlah pendamping saat ini mencapai 100 orang. Pekerja Sosial ini bertugas untuk memastikan para lansia ini bisa mengakses pelayanan-pelayanan dasar sesuai kebutuhannya.
“Untuk lanjut usia yang masuk kategori tidak potensial, diberikan Bantuan Bertujuan Lanjut Usia (Bantu LU), yaitu pemenuhan kebutuhan dasar sebesar Rp 200 ribu setiap bulannya,” jelasnya.
Seluruh lansia yang mendapatkan bantuan program ini, menurut Ilham, berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) yang kemudian diseleksi sesuai dengan kriteria yang ditetapkan Kementerian Sosial.
Diketahui, untuk saat ini di Sulawesi Selatan jumlah Lansia yang mendapat pelayanan sebanyak 2.629 orang yang tersebar di 24 kabupaten/kota. (rhm)



×


Dinsos Gandeng JICA Tangani Lansia Terlantar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar