MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulsel menyerahkan pengelolaan lima asrama mahasiswa (ramsis) yang ada di Pulau Jawa kepada Kantor Penghubung Pemprov Sulsel Jakarta.
Sebelumnya, kelima asrama tersebut dikelola Biro Aset.
Kepala Biro Aset Pemprov Sulsel, Hj Nurlina mengatakan, pemprov sudah membuatkan Pergub yang diteken langsung oleh Gubernur, Nurdin Abdullah.
Alasan pengambilaalihan kewenangan itu, kata Nurlina untuk efisiensi dan mempermudah pengurusan administrasi.
“Pengelolaannya diserahkan ke kantor penghubung. Karena lebih mudah pengurusan administrasj.
Kita ketahui bahwa Jakarta lebih dekat dijangkau para pengurus asrama yang ada di Jakarta, Semarang Bandung dan lainnya,” ujar Nurlina.
Ada 11 asrama mahasiswa milik Pemprov Sulsel saat ini yang ada di Pulau Jawa. Diantaranya, dua asrama mahasiswa di Bandung, dua di Bogor, lima di Jogyakarta, satu di Semarang, dan satu di Jakarta.
Dia melanjutkan, cukup banyak mahasiswa yang mondok atau tinggal di ramsis milik Pemprov Sulsel. Pihaknya
tidak membebankan uang sewa kepada mereka, dengan catatan, merupakan mahasiswa asal Sulsel.
Pemprov selalu menggelontorkan biaya pemeliharaan gedung asrama. Nurlina tidak menyebutkan berapa anggaran untuk pengelolaan asrama.
Selama mengelola Asrama Mahasiswa, Biro Asset kerap mendapat keluhan mengenai usulam perbaikan genteng, dan mengecat kamar mahasiswa.
“Genteng sama pengecetan itu yang sering kita biayai. Itu bahkan setiap tahun,” tambahnya.
Terpisah Kepala Kantor Penghubung Pemprov Sulsel di Jakarta, Fahlevi Yusuf membenarkan pemindahan pengelolaan asrama ini.
“Iya betul sudah pindah. Per Januari kemarin kita sudah kelola Asrama Mahasiswa,” ujar Fahlevi.
Ia menyebutkan dengan pemindahan pengelolaan asset, tentu ini akan memudahkan mahasiswa dalam melakukan pengurusan administrasi. (rhm)
Pemprov Serahkan Pengelolaan Ramsis
×

