MASALAH utama dalam bisnis ibu rumah tangga adalah tidak bisa membagi waktu antara bisnis dan keluarga. Tak jarang ada ibu rumah tangga yang terlalu sibuk berbisnis sehingga pekerjaan rumah jadi terbengkalai atau bisa juga kebalikannya, terlalu sibuk mengerjakan pekerjaan rumah sehingga bisnis terlupakan dan tidak berjalan sesuai dengan rencana. Namun masalah itu, tidak bagi Rahmatia.
Laporan: JUNI SEWANG
Seorang ibu rumah tangga yang merupakan warga Barawaja 1, Lorong 3, Nomor 17 Kelurahan Tammua, Kecamatan Tallo, ini tetap bisa membagi waktu antara bisnis kerajinan tangan dengan pekerjaan di rumah sebagai seorang ibu.
Memang kata Rahmatia kepada penulis, menjadi ibu rumah tangga yang menghabiskan 24 jam waktu untuk mengurus rumah dan anak seringkali melahirkan kebosanan dan keletihan akut. Walaupun suami sudah menutup kebutuhan finansial, kadangkala masih ada perasaan ingin produktif finansial secara mandiri. “Era teknologi internet yang semakin canggih ini memungkinkan kita mendapatkan penghasilan tanpa beranjak dari rumah,” ujar Rahmatia.
Dengan bermodalkan ketrampilan yang dimiliki Rahmatia, ia membuat berbagai kerajinan tangan unik, berupa hiasan dinding dan kembang hias. Bisnis yang digeluti Rahmatia ternyata telah berjalan bertahun-tahun.
“Sudah belasan tahun saya beraktvitas menjual kerajinan tangan. Ada berbagai bentuk mulai dari pohon hias, hiasan dinding dan lain lainnya semua tersedia disini,” kata Rahmatia.
Rahmatia menjelaskan, produk kerajianan miliknya sudah masuk dalam pasar kota Makassar.“Selain memanfaatkan waktu sekaligus memberdayakan ibu rumah tangga sekitar rumah, mereka juga bisa mengantongi pundi rupiah. Apalagi, saat menjelang lebaran permintaan sangat banyak,” jelas Rahmatia.
Ditanya soal harga, Rahmatia mengaku, pasarannya mulai dari Rp10 ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah. Perbulannya bisa menghasilkan Rp2-3 juta rupiah. Yah, Alhamdulillah dari hasil penjualan ini, saya bisa menyekolahkan anak saya dan memberikan upah ke ibu-ibu rumah tangga lainnya,” ujar Rahmatia.
Rahmatia juga bersyukur, pemerintah terus mendorong produk-produk unggulan yang ada di Kecamatan Tallo, sebagai salah satu kecamatan penghasil kerajinan tangan.
“Ini sangat baik, menggali kreatifitas yang bernilai jual. Hal ini tentunya dapat menyedot wisatawan lokal maupun luar daerah untuk berkunjung ke Makassar,” ucap Rahmatia.(*)

