pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sulsel akan Kehilangan 1.211 Koperasi

MAKASSAR, BKM– Program rehabilitasi koperasi oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah akan dilakukan di tahun ini termaksud di Sulawesi Selatan. Sebanyak 34.417 unit koperasi bakal dibubarkan dalam rangkah program tersebut.
Bahkan data menunjukkan saat ini total 8.225 koperasi yang ada di Sulsel, sebanyak 5891 koperasi yang aktif, sementara ada 2.334 koperasi di Sulsel yang tidak aktif. Dari jumlah keseluruhan koperasi di Sulsel baru 647 koperasi yang memiliki Sertifikat NIK.
Sebelumnya Dinas Koperasi dan UKM Sulsel mengusulkan kurang lebih 3.000 koperasi untuk dibubarkan karena tidak aktif, namun yang di setujui cuma 1.211 koperasi.
Menurut Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bakti Huria, Andi Amri Bakti mengatakan akan banyaknya koperasi yang bubar disebabkan karena tidak pernah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Menurutnya, sepanjang koperasi tetap komitmen pada prinsip utamanya yaitu mengutamakan pelayanan ke anggota, maka koperasi akan bisa bertahan.
“Tentu indikator pertama adalah tidak melaksanakan RAT, karena RAT menjadi indikator utama koperasi itu sehat. Pertanyaan selanjutnya adalah kenapa tidak diadakan RAT? Jawabnya bisa macam-macam. Apakah karena koperasinya tidak berjalan lagi atau karena sebab lain,” ungkapnya, Senin (4/3).
Lanjutnya bahwa dengan adanya penutupan 1.211 Koperasi ia mengaku wajar saja. Sebab banyak koperasi yang tidak inovatif, termasuk program digitalisasi untuk memudahkan pelayanan ke anggota tidak dilakukan. “Biasa itu kalau seribuan hilang, bahkan bisa lebih dari itu. Karena disitu letak kelebihan koperasi dibandingkan dengan entitas bisnis yang lain. Koperasi punya anggota, artinya koperasi punya pangsa pasar khusus dan juga anggota menjadi sumber modal,” katanya.
“Meskipun misalnya hari ini kita saksikan persaingan koperasi dengan entitas bisnis semakin ketat. Maka dibutuhkan inovasi-inovasi baru sesuai dengan karakter khusus koperasi itu sendiri. Bahwa koperasi harus mengacu dari dan untuk anggota, tetapi tetap harus terus dikembangkan/dikelola secara moderen,” tambahnya.
Ia menambahkan, koperasi hanya bisa bertahan apabila mampu memberikan layanan yang baik kepada anggotanya. Memberi nilai tambah kepada anggota, anggota merasa memiliki koperasinya, maka loyalitas anggota semakin meningkat. “Kalau koperasi tidak bisa melayani anggota dengan baik, maka siap-siaplah untuk di tutup,” ucapnya.
Selain itu, koperasi harus mengalokasikan sumber daya untuk selalu inovatif dan sesuai tuntutan anggota. Termasuk anggota koperasi milenial.”Jadi koperasi jangan hanya fokus kepada anggota yang sudah ada. Tetapi tetap terus merekrut anggota dari segala umur dan beragam jenis usaha,”tutupnya. (Ita)



×


Sulsel akan Kehilangan 1.211 Koperasi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar