MAKASSAR, BKM — Masa jabatan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto akan berakhir Mei 2019 mendatang. Sebelum pemilihan Wali Kota Makassar dilaksanakan tahun 2020 mendatang, posisi orang nomor satu di Pemkot Makassar akan diisi penjabat dari Pemprov Sulsel.
Gubernur HM Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman nantinya akan memilih salah satu pejabat eselon II untuk mengisi posisi tersebut.
Kendati tinggal dua bulan lagi, Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengaku belum pernah membicarakan soal penjabat Wali Kota Makassar dengan gubernur.
“Belum ada pembicaraan dengan Pak Gubernur. Masih jauh itu Mei. Lama sekali. Biarkan Pak Wali Kota bekerja dulu sekarang sampai waktunya. Jangan diganggu,” kata Andi Sudirman, Selasa (5/3).
Namun dia menekankan, sosok yang pantas untuk menjadi penjabat di Pemkot Makassar adalah pejabat yang amanah, sami’na dan wa ata’na.
Dua nama yang sempat disebut-sebut cukup pantas menjadi Pj Wali Kota Makassar adalah Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Sulsel Andi Arwin Azis dan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo.
Ketika disodorkan dua nama tersebut, Wagub Andi Sudirman enggan memberi komentar. Yang pasti, kata dia, orang yang nanti dipilih menjadi Pj di Pemkot Makassar adalah orang yang tepat.
Kepala Biro Pemerintahan, Hasan Basri Ambarala menyebutkan hingga saat ini Pemprov Sulsel belum mengusulkan Pj Wali Kota Makassar ke Kemendagri. Bahkan Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah belum pernah membahas hal tersebut dengannya.
“Pak Gubernur belum pernah bicarakan itu. Kan masih lama masa AMJ (Akhir Masa Jabatan) Pak Danny, masih ada dua bulan lebih,” katanya.
Dirinya menambahkan, paling lambat SK pengangkatan Pj Wali Kota Makassar selesai satu minggu sebelum AMJ berakhir. Proses pengurusan SK ke Kemendagri juga tak akan lama.
“Kalau urus SK begini tidak butuh waktu lama. Sisa Pak Gubernur usulkan, biasabya tiga nama,” jelasnya. (rhm)
Pemprov Belum Godok Nama Pj Wali Kota Makassar
×

