MAKASSAR, BKM– Upacara Melasti telah dilaksanakanribuan Umat Hindu di Pura Giri Natha Makassar, dalam rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1941/2019 M, Selasa (5/3). Bahkan besok (hari ini) H-1 perayaan Nyepi, Umat Hindu juga akan melakukan ritual Tawur Kesanga dan puncaknya pada tanggal 16 Maret menggelar Dharma Santi dan Open House.
Menurut Majelis Parisada Hindu Dharma Kota Makassar, I Dewa Nyoman Mahendra mengatakan, perayaan hari Nyepi bagi umat Hindu, dalam rangka memperingati datangnya tahun baru Saka. Terkait dengan esensi Nyepi, Umat Hindu akan melaksanakan evaluasi atau kilas balik yang didalamnya ada empat tahapan.
“Perayaan Nyepi atau tahun baru Hindu ini, dijadikan sebagai evaluasi kehidupan dan potret kehidupan kita di tahun yang sudah lewat dan mencanangkan gambaran hidup kita di masa yang akan datang. Nyepi ini sendiri ada empat tahapannya yaitu, Melasti, Tawur Kesanga, Nyepi dan ngempak Geni,” ungkapnya disela-sela proses upacara Melasti di pura Giri Natha.
Perayaan Hindu ini juga dimaknai sebagai salah satu bukti bahwa masyarakat hindu menerapkan manajemen hidup yang sesungguhnya, tidak jauh dari ilmu pengetahun tentang manajemen kehidupan manusia yang berkembang saat ini.
“Besok kita menggelar Tawur Kesanga dari pukul pagi hari hingga 10 malam. Kenapa tahun ini kita gelar Melasti di Pura, yang biasanya di pantai. Karena kita betul-betul ingin melakukan penyepian, karena tahun ini adalah tahun politik, ada kampanye dan melibatkan orang banyak. Belum lagi, upacara melasti ini juga melibatkan orang banyak kurang lebih 3.500 orang di Sulsel, sehingga kita menggelar di Pura saja untuk mencegah agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Pasca tahun politik telah usai, umat Hindu akan kembali menggelar melasti di 2020 di pantai. Pada dasarnya menurut masyarakat umat Hindu, upacara Melasti ini tidak mesti di pantai saja dilakuan, melainkan bisa juga diadakan di dalam Pura.
Pada saat upacara Melasti terlihat umat Hindu hikmat menjalankan ibadah dan persiapan. mulai dari ritual Nuur Tirta dan Nedunang Ida Betara di Pura untuk menghadirkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yaitu Tuhan Yang Maha Esa. “Terakhir kami melakukan Dharma Sakti dan Open House pada tanggal 16 Maret di Hotel Harper Perintis dengan mengundang seluruh umat hindu untuk menghadirinya,” tutupnya.
Perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sulsel, Made juga mengaku, dalam kepercayaan Hindu, sumber air seperti laut dianggap sebagai air kehidupan. Upacara Melasti digelar untuk menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan. “Hari Raya Nyepi adalah hari raya suci. Kita berniat mensucikan diri kita, baik itu dalam tahun politik ini agar tetap aman tentram dan tidak ada perselisihan,” tutupnya. (ita)
Umat Hindu Larut Dalam Upacara Melasti
×

