pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jokowi Rawan di Sulsel, JK Ditunggu

MAKASSAR, BKM — Pemilihan presiden (pilpres) kini menghitung hari. Semua partai politik pengusung dan pendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pun optimistis jagoannya akan meraup dukungan besar pada 17 April 2019 mendatang.
Khusus di Sulsel, pasangan petahana Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin sangat rawan ditumbangkan oleh pasangan penantang Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.
Jika merujuk pada tiga lembaga yang telah melakukan survei, maka angka elektoral untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf sangat beda tipis dari sang penantang. Olehnya itu, seluruh pengurus dari partai pengusung petahana harus bekerja ekstra agar tidak rawan dikejar oleh penantang.
Syamsul Bachri, politisi Partai Golkar yang juga ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin di Sulsel, mengakui hal tersebut. Untuk itu, Syamsul Bachri yang juga anggota DPR RI mengajak semua kader partai pengusung dan pendukung untuk terus bekerja dan mensosialisasikan pasangan nomor urut 01 ini.
“Kami terus bekerja. Mendekati pemilih. Menjelaskan kelebihan dan keunggulan Jokowi-Ma’ruf, bahwa kerja nyata Jokowi-Ma’ruf di Sulsel dan soal kesinambungan pembangunan yang harus dijaga,” ujar Syamsul Bachri, Minggu (10/3).
Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rudi Pieter Goni (RPG), mengakui posisi Jokowi rawan di Sulsel. “Iya, tidak ada kata lain selain semua elemen bersatu bergerak secara sistematis, terstruktur dan masif,” ujar RPG, kemarin.
Anggota DPRD Sulsel dua periode ini, menegaskan bila semua harus bekerja ekstra. “Semuanya harus kerja, kerja, kerja meyakinkan masyarakat kenapa harus memilih Jokowi-Ma’ruf Amin,” tandasnya.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulsel Azhar Arsyad, mengatakan bahwa ada program yang patut dijalankan oleh tim dan kader partai pengusung dan pendukung di Sulsel.
Menurut dia, jika program door to door dilakukan secara teratur maka akan lebih efektif. Ini untuk menjelaskan program Jokowi, “Utamanya soal dana desa dan PKH. Dengan begitu saya optimis Jokowi menang di Sulsel,” ujar Azhar Arsyad.
Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulsel Muh Fadli Noor juga mengakui hal tersebut. “Benar, kita telah mengidentifikasi daerah-daerah rawan dan telah merumuskan langkah-langkah taktis. Dalam sisa waktu 40 hari ini, seluruh parpol pengusung dan pendukung beserta jaringan relawan akan memasifkan upaya meyakinkan pemilih tentang harapan Indonesia lebih maju bersama Jokowi-Amin,” tandas Fadli Noor.
Selain itu, TKD juga sedang menyiapkan momentum agar Jusuf Kalla sebagai tokoh Sulsel untuk tampil ke publik mendukung Jokowi-Ma’ruf. “Kita sedang menyiapkan momentum agar Pak JK sebagai tokoh Sulsel dan panutan kita semua, untuk tampil ke publik dalam mendukung Pak Jokowi,” kata Fadli.
Adapun Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Sulsel Sanusi Ramadan, menegaskan bila pihaknya masih yakin Jokowi-Ma’ruf akan menang di Sulsel. “Apapun hasil surveinya, tak ada cara lain kecuali komitmen agar seluruh struktur dan caleg partai tetap mengkampanyekan pasangan capres dan cawapres nomor urut 01,” jelas Sanusi Ramadan.

Butuh Kerja Cerdas

Suwadi Idris Amir dari Indeks Politika Indonesia (IPI), mengemukakan Sulsel memang tergolong daerah yang cukup menyulitkan Jokowi. Sebab karakter pemilih lebih ketemu dengan sosok Prabowo.
“Namun pemilih di Sulsel itu rasional. Jadi tim Jokowi-Ma’ruf harus lebih banyak melakukan kerja-kerja cerdas. Harus masifkan door to door campaign,” ucap Suwadi .
Menurutnya, tim pemenangan maupun partai politik pengusung dan pendukung Jokowi-Ma’ruf harus serius kerja politik di Sulsel jika ingin menang di pilpres.
Sementara Muh Whiliadi dari SSI, khawatir akan melemahnya dukungan atas pasangan petahana. “Yang harus dilakukan oleh partai pengusung oleh masing-masing pendukung capres-cawpares di Sulsel, yaitu langkah-langkah strategis yang masif. Bagaimana tim partai menyakinkan pemilih tentang visi misi calon yang didukungnya,” ujar Whiliady.
Sebab, lanjut Whiliady, rakyat sebagai calon pemilih masih banyak yang tidak tahu isi visi misinya. “Saya melihat grassroot masih mencari dan ingin mengetahui isi visi misi kedua kandidat presiden ini. Prabowo unggul di Sulsel dikarenakan isi visi misinya sampai ke grassroot dan mudah dipahami,” ungkapnya.
Dosen politik Unibos Dr Arief Wicaksono, menilai jika pasangan Jokowi-Ma’ruf memang nampak dilematis bergerak di Sulsel. Entah karena faktor cawapres yang bukan orang Bugis-Makassar, atau karena faktor lain.
“Tapi kalau hanya soal itu, harusnya TKN Jokowi-Ma’ruf sudah membuat antisipasinya. Membuat strategic plan untuk mengisi “kekosongan representasi” itu, secara terstruktur, sistematis, dan masif. Apalagi sebenarnya Pak JK kan sudah dianggap masuk sebagai bagian dari Jokowi-Ma’ruf, karena memang beliau ada di sana bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman,” ujar Arief.
Demikian pula dengan Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah dan Wali Kota Makassar Moh Ramadhan Pomanto, yang sudah terang-terangan menyatakan dukungan sepenuhnya kepada Jokowi-Ma’ruf. Melihat kenyataan itu, harusnya Sulsel dapat dianggap sebagai lumbung suara bagi Jokowi-Ma’ruf.
“Di sinilah sebenarnya fungsi TKN Jokowi-Ma’ruf perlu dicermati. Komunikasi dan koordinasi politik antara TKN dan parpol, baik yang mengusung maupun yang mendukung mungkin perlu dievaluasi dan diperbaiki secepatnya,” tukas Arief. (rif)



×


Jokowi Rawan di Sulsel, JK Ditunggu

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar