MAKASSAR, BKM — Jelang pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) serentak 17 April 2019, lembaga survei di daerah mulai bermunculan merilis data dan hasil. Khususnya buat pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres).
Seperti dilakukan lembaga survei Mindset Riset dan Konsultan Indonesia (MRKI). Bertempat di Hotel Claro Makassar, Senin (18/3), lembaga survei yang tergabung dalam Asosiasi Lembaga Survei Tercepat Indonesia (ALSI) ini merilis survei khusus di zona Indonesia Timur. Mencakup Sulsel, Sulbar, Sultra, Sulteng, Gorontalo, NTT, NTB, Maluku Utara, dan Papua.
Hasil survei capres-cawapres yang dirilis MRKI jelang 30 masa hari pencoblosan, mengunggulkan pasangan calon nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibanding pasangan calon 01 Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.
Pasangan Prabowo-Sandi unggul dengan raihan 48,6 persen. Sementara Jokowi-Ma’ruf hanya 42 persen. Terpaut di kisaran 6,6 persen. Sedangkan yang tidak menjawab ada berkisar 9,4 persen.
Rinciannya, di Sulsel Prabowo-Sandi meraih 47,3 persen sementara Jokowi-Ma’ruf Amin 39,86 persen. Di Sulbar, Jokowi-Ma’ruf Amin 42,6 persen, dan Prabowo-Sandi 36 persen.
Di Provinsi Sulawesi Tenggara, pasangan Prabowo-Sandi meraih 42,4 persen, sementara Jokowi-Ma’ruf Amin 37,6 persen. Terpaut tidak jauh, yakni berkisar 4,8 persen.
Untuk Provinsi Sulawesi Tengah pasangan Prabowo-Sandi juga unggul dengan 41 persen. Sedang Jokowi-Ma’ruf 39,6 persen. Terpaut di kisaran 1,4 persen.
Adapun di Provinsi Sulawesi Utara, pasangan 01 unggul dengan 48 persen. Sementara Prabowo-Sandi 39,6 persen. Terpaut 8,4 persen.
Untuk Provinsi Gorontalo, pasangan Prabowo-Sandi unggul dengan 43 persen. Sementara Jokowi-Ma’ruf meraih 40,6 persen.
Di Nusa Tenggara Timur (NTT), pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul 49 persen. Prabowo-Sandi 38,7 persen.
Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pasangan Prabowo-Sandi unggul tipis, yakni 41 persen dari pasangan Jokowi-Ma’ruf 39 persen.
Di Provinsi Maluku, Jokowi-Ma’ruf unggul dengan 42,6 persen dari Prabowo-Sandi dengan 38,1 persen. Sementara di Provinsi Maluku Utara, Prabowo-Sandi unggul 46 persen dan Jokowi-Ma’ruf 38,4 persen.
Di Provinsi Papua, pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul dengan 36,5 persen dari Prabowo-Sandi 34 persen. Sedang di Provinsi Papua Barat, pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul sebesar 39,6 persen dibandingkan pasangan Prabowo-Sandi dengan raihan 36,3 persen.
Direktur Eksekutif MRKI Adri Agus mengatakan, survei yang dilakukannya berlangsung 27 Februari-12 Maret. Melibatkan sebanyak 1.200 responden. Adapun tingkat kepercayaan 95 persen sebagai laporan, dengan asumsi sampel random sampling margin of error survei ini 2,8 persen.
“Potretnya, jika pemilihan dilakukan di hari ini, hasilnya 48,6 persen untuk Prabowo-Sandi, dan 42 persen untuk Jokowi-Ma’ruf. Masih ada 9,4 persen kurang lebih yang menyatakan tidak tahu atau rahasia jawabannya. Data ini kemungkinan akan berubah dalam 30 hari ke depan,” ujar Adri Agus.
Dihubungi terpisah, Syamsul Bahri selaku ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Sulsel Jokowi-Ma’ruf menilai hasil survei tersebut biasa-biasa saja dan sifatnya sementara. Dia pun mempertanyakan kredibilitas MRKI.
Meski begitu, Syamsul Bahri tetap menganggap penting semua data dan hasil survei itu. Pihaknya menerima untuk dijadikan masukan, sekaligus dalam rangka evaluasi kerja tim.
“Itu lembaga survei dari mana? Jelaskah? Bagaimana dengan hasil surveinya? Kalau hasilnya menempatkan calon kami dengan posisi selisih sekitar 5 persen di bawah, kami tetap semangat. Apapun hasil surveinya, tetap Jokowi-Ma’ruf menang. Kami punya tim internal sendiri,” tegas Syamsul, Senin (18/3).
Menurut Syamsul, pihaknya sama sekali tidak melarang ataupun risih dengan hadirnya rilis hasil survei. Hal itu sama sekali tidak memengaruhi langkah tim untuk terus bekerja.
“Hasil survei sama sekali tidak memberikan pengaruh ke kami untuk melangkah. Justru ini menjadi semangat untuk terus bekerja. Kalau ada lembaga survei mengatakan calon kami dilewati, tentu akan ditelaah dan dikaji. Apakah kerja dan strategi perlu diubah, disempurnakan, atau tetap. Apapun kata lembaga survei kami terus giat dan tidak mengurangi semangat kerja kami. Jokowi harus menang,” tandasnya.
Kerja-kerja yang dilakukan TKD Sulsel Jokowi-Ma’ruf dalam memenangi pilpres 2019, ditegaskan Syamsul, tentunya dengan cara-cara yang elegan. Tidak bermain hoaks, atau menyebar informasi bohong. Kerja elegan untuk masyarakat jadi pola kerjanya. (arf/rus)
MRKI: Prabowo-Sandi Unggul di Indonesia Timur
×

