MAKASSAR, BKM — Seorang lelaki bernama Rio (22) dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Di kedua kakinya baru saja bersarang timah panas aparat.
Warga Goaria, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya ini dilumpuhkan tim gabungan Reskrim Polsek Biringkanaya, diback up Tim Khusus Polda Sulsel. Rio terlibat dalam kasus pencurian disertai kekerasan (curas).
Penangkapan terhadap tersangka Rio pada Rabu sore (20/3), dipimpin Panit Timsus Polda Sulsel Ipda Artenius. Menurut Artenius, pihaknya memback up Reskrim Polsek Biringkanaya dalam menindaklanjuti tiga laporan korban dalam kasus curas.
Masing-masing aduan bernomor: LP/153/III/2019/Restabes Makassar/Sek Biringkanaya. Kemudian STPL 178/III/2019/Sek Biringkanaya. Serta LP/166/III/2019/Restabes Makassar/Sek Biringkanaya.
”Tiga laporan korban itu ditindaklanjuti Tim Reskrim Polsek Biringkanaya. Setelah mereka berhasil mengidentifikasi pelaku, selanjutnya berkoordinasi ke kami untuk diback up dalam proses penangkapan pelaku,” terang Ipda Artenius, kemarin.
Pelaku yang terdeteksi ada dua orang. Tim gabungan lebih dulu mengepung sebuah rumah di Jalan Laikang, Goaria, Sudiang. Diperoleh informasi, di rumah ini berada salah seorang pelaku bernama Aswar.
Hasilnya, tersangka berhasil diringkus tanpa perlawanan. Selanjutnya menjalani proses interogasi.
Dia pun mengakui perbuatannya yang telah melakukan curas sebanyak tiga kali. Bahkan, salah seorang korbannya terluka pada wajah akibat terjatuh.
Dari keterangan Aswar, terungkap jika ia tak sendirian saat beraksi. Namun ditemani seorang rekannya bernama Rio.
Tanpa menunggu lama, petugas kemudian menggiringnya untuk pengembangan kasus. Aswar dibawa guna menunjukkan persembunyian Rio. Ia diketahui tengah berada di Jalan Dg Ramang.
Sebuah rumah di Jalan Dg Ramang kemudian dikepung. Rio pun tak mampu berkelit setelah melihat rekannya yang telah diamankan petugas. Selanjutnya, mereka digiring ke posko Timsus Polda Sulsel untuk diperiksa.
Berdasarkan pengakuan Rio, tiga korban yang disasarnya semuanya perempuan. Mereka terjatuh dari motor ketika dijambret hingga mengalami luka, dan mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya.
Usai mengambil keterangan kedua tersangka, pada Kamis dini hari (21/3) pukul 03.30 Wita, kedua tersangka dibawa untuk menunjukkan barang bukti hasil curiannya. Hanya saja, proses pengembangan tidak berjalan mulus. Salah satu dari kedua tersangka, yakni Rio berulah. Ia berusaha melepaskan diri dari kawalan petugas.
Tak ingin hasil tangkapannya kabur, polisi langsung memberi tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Namun tak digubris.
Tindakan tegas pun diambil. Peluru pun bersarang di kakinya. Seketika itu juga Rio tumbang.
Ada sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan tim gabungan dari penangkapan kedua tersangka. Yakni satu unit motor merek Yamaha Mio Fino. Satu unit gawai merek Oppo warna merah. Satu unit gawai lipat merek Hammer. Satu unit gawai merek Samsung J7 Prime warna abu-abu. Serta beberapa kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang diduga milik ketiga korbannya. (ish/rus)
Jambret yang Lukai Tiga Korbannya Ditembak
×

