MAKASSAR, BKM– Setelah adanya moratorium kapal ikan asing dan penenggelaman kapal, perlahan-lahan terjadi peningkatan produksi ikan dan kesejahteraan nelayan kian meningkat. Peningkatan ini hampir dibilang terjadi dibeberapa daerah di Indonesia termaksud Sulawesi Selatan, dimana volume ekspor perikanan Sulsel naik sebesar 27,7 persen.
Menurut Kepala BKIPM Makassar KKP, Sitti Chadidjah, dalam lima tahun terakhir terjadi peningkatan produksi perikanan tangkap nasional sebesar 5,17 persen. Untuk Sulsel khususnya Makasssar sendiri, peningkatan itu sangat berdampak sekali bagi kesejahteraan para pelautnya.
“Secara umum volume ekspor perikanan Sulsel yang dimana masuk beberapa daerah termaksud Makassar naik sebesar 27,7 persen menjadi 33,53 juta kg pada 2018 dibanding 2017 sebanyak 26,25 juta kg. Rata-rata ini didominasi beberapa sektor komiditi yang dikirim di beberapa negara seperti China, Jepang dan Malaysia,” ungkapnya, Senin (25/3).
Adapun lima besar komoditi perikanan tersebut, dengan jumlah volume ekspor terbesar tahun 2018 yaitu rumput laut, gurita, udang vanamei, tuna dan tenggiri sementara di tahun 2017, volume ekspor terbesar dikuasai oleh udang vanamei, kerapu, tenggiri, gurita dan tuna.
“Sektor perikanan tangkap di hulu menunjukkan peningkatan sumberdaya ikan, sementara karantina ikan di hilir mengawal dan menjamin mutu dan keamanan hasil perikanan yang diekspor keluar negeri aman untuk dikonsumsi,”ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan(KKP), Zulfikar Mochtar mengaku secara nasional, ekspor lima besar komoditi perikanan di tahun 2018 didominasi oleh udang, tuna, rajungan kepiting, cumi sotong gurita dan rumput laut. Selain itu, terjadi peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) selama lima tahun terakhir, pada tahun 2014 sebesar Rp 267 miliar meningkat menjadi Rp 645 miliar ditahun 2018.
“Saya harap angka ini terus naik untuk mengoptimalkan dan mendorong industri perikanan, KKP membuat program Sentra Kelautan Perikanan Terpadu dengan mengintegrasikan rantai nilai bisnis perikanan dalam satu lokasi yaitu di pulau-pulau terluar Indonesia. Artinya pembangunan infrastruktur juga menyentuh sampai ke perbatasan,” tuturnya. (ita)
PNBP Sulsel Capai Rp645 M dari Sektor Perikanan
×

