pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Perbankan Mulai Tambah Porsi KPR

MAKASSAR, BKM– Program sejuta rumah masih terus dipacu, yang salah satunya didorong oleh perbankan. Dalam memperbesar porsi kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidinya di Sulawesi Selatan (Sulsel). Termasuk BNI Wilayah Makassar yang mengadakan agenda akad kredit massal untuk 1.946 debitur dan penandatangan PKS dengan 146 pengembang, di 182 cabang.
Menurut CEO BNI Wilayah Makassar, Faizal Arief Setiawan mengatakan kebijakan yang diambil ini untuk pembayaran KPR bersubsidi atau FLPP merupakan, fasilitas pembiayaan yang dikhususkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Tentu dengan memberikan porsi lebih besar ini ada syarat yang harus dipenuhi dan banyak. Seperti rumah pertama dan pendapatannya maksimal Rp 4 juta, karena itu sudah termasuk komitmen akan di huni,”ungkapnya, Rabu (27/3).
Ia menegaskan, debitur yang telah melakukan akad akan dipantau, untuk memastikan apakah rumahnya dihuni atau tidak. Jika tidak dihuni, subsidinya langsung dicabut. “Selama 5 tahun pertama juga tidak boleh dilakukan pengembangan atau renovasi rumah,” jelasnya.
Sementara itu, Vice President of Consumer Banking BNI Wilayah Makassar, Hadi Santoso mengaku bahwa dalam agenda akad kredit massal, hampir 500-san debitur berasal dari wilayah kerjanya di Makassar dan semuanya hampir telah melakukan akad kredit.
“Totalnya itu dari 1.946 total debitur, sekitar 30 persen memang dari wilayah Makassar, kalau PKS dari 146 pengembang, disini itu ada 34 pengembang mitra baru yang baru saja bergabung,” ujarnya.
Selain itu, saat ini pihaknya juga sedang memacu persentase penyaluran KPR untuk nasabah propertinya. “Bisa dikatakan sebulan ini kami target Rp 120 miliar penyalur minimal. Tahun lalu, porsi KPR subisidi itu 20 persen tahun ini, kita ingin naikkan menjadi 30 persen kalau dalam jumlah ini mungkin sekitar 2 ribuan unit,” bebernya.
Terpisah, Kepala Kantor Wilayah V Bank BTN, Achmad Chaerul menjelaskan KPR dari bank BTN dapat digunakan untuk pembelian rumah dari developer ataupun non developer. Termasuk untuk cicilan rumah baru dan second, serta pembelian rumah siap huni (ready stock) atau belum jadi (indent), hingga take over kredit dari bank lain.
“Penawaran suku bunga KPR BTN adalah 8,88 persen fixed untuk satu, dua dan tiga tahun akan tetapi yang satu tahun hanya berlaku untuk counter,”ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPD REI Sulsel, M Sadiq menyampaikan dukungannya dalam niatan perbankan untuk memperbesar porsi KPR bersubsidi. “Backlog di sulsel 360 ribu unit tiap tahun bertambah 8 persen, memang sangat penting bagi perbankan untuk memperbesar porsi KPR bersubsidi. Agar backlog perlahan-lahan bisa di tekan,”tutupnya. (ita)



×


Perbankan Mulai Tambah Porsi KPR

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar