MAKASSAR, BKM — Meski belum rampung, Pemerintah provinsi Sulsel tetap optimis Masjid 99 Kubah yang terletak di kawasan Center Point of Indonesia dapat difungsikan di bulan Ramadan 1440 Hijriah atau 6 Mei mendatang.
“Untuk ibadah itu sudah bisa difungsikan, di sana bisa menampung sebanyak 5.000 jama’ah. Kita sementara baru bisa fungsikan area dalam masjid,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang (SDACKTR) Sulsel, Andi Darmawan Bintang kepada BKM, Kamis (4/4).
Sebenarnya, kata lelaki yang akrab disapa Wawan itu, sudah finishing untuk semua pekerjaan Masjid 99 Kubah bagian dalam. Mulai dari kebutuhan listrik, air, lampu, karpet dan sebagainya itu bisa dilengkapi sebelum Ramadan.
“Untuk keseluruhan total pengerjaan sebesar 70 persen, termasuk bagian pelataran suci dan kubah kecil lainnya yang belum terpasang,” ungkapnya.
Mantan Pj Bupati Takalar ini menambahkan, pengerjaan yang tersisa saat ini adalah pembangunan 17 kubah termasuk kubah utama untuk adzan, pelataran suci, area parkir, lantai masjid. “Selanjutnya akan dikerja kantor dan lahan parkir, itu yang sekarang,” ujarnya.
Masjid karya arsitek Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ini memiliki karakteristik unik, dengan luas bangunannya 72 X 45 meter itu menelan biaya Rp160 miliar yang berasal dari APBD. Masjid tersebut nantinya dapat menampung 15.075 jamaah.
“Untuk sementara baru bisa menampung 5000 jamaah laki-laki, ada sekitar 1500 untuk jamaah perempuan di belakang itu belum bisa ditempati di karena belum di lantai, kemudian pelataran suci sekitar 10 ribu jamaah,” sebutnya.
Saat ini, lanjut dia, warga Makassar sudah bisa menikmati air mancur menari di setiap malam Minggu. Air ini kembali beroperasi setelah vakum selama berbulan-bulan lantaran dalam masa pemeliharaan.
“Alhamdulillah. Air mancur menari Mesjid 99 Kubah sudah dioperasikan kembali, uji coba tadi malam setelah pemeliharan selama 7 bulan,” ucapnya.
Terkait kesiapan Masjid 99 kubah yang dibangun sejak kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo sebagai gubernur dua periode itu digunakan saat Ramadan mendatang, NA menyambut baik.
“Baguslah kalau sudah siap nanti saya pergi tinjau. Kira-kira apa kekurangannya supaya bisa kita sempurnakan dan supaya Ramadan nanti sudah bisa dimanfaatkan ,” ujarnya.
Secara total, masjid megah ini masih membutuhkan anggaran besar dari APBD sebesar Rp 56 miliar. (rhm)

