MAKASSAR, BKM–Menjelang berakhirnya masa jabatan Wali Kota Makassar dan Wakil Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal yang tinggal 15 hari lagi, Moh Ramdhan Pomanto berpesan kepada penjabat wali kota untuk setiap pagi mendengar keluhan warga kota.
“Saya cuma pesan satu hal, terima warga setiap pagi, itu kuncinya. Mereka menjadi lebih tenang karena kita mengakomodir semua,” ucap Danny sapaan akrab wali kota.
Danny bahkan mengganggap seorang pejabat harus mendengarkan isu di bawah, bahkan paling bawah.
“Semua orang bersuara setiap pagi. Saya mendengarkan semua keluhan mereka, baik keluhan tentang birokrat, tentang struktur atau apapun itu,” kata Danny.
Lebih jauh kata mantan Konsultan Tata Ruang Pemkot Makassar ini, ia tak mau ambil pusing dengan siapa penanggungjawab (Pj) Wali Kota Makassar yang akan menggantikannya. Ia mengaku, semuanya diserahkan ke Gubernur.
“Kalau saya, siapapun itu Pj yang terbaik tentunya. Pak Gubernur pasti menunjuk yang paling baik diantaranya,” ujar Danny.
Menurut Danny sebelum berakhir masa jabatannya saat ini, dirinya sudah berpesan kepada seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus berpikir positif dan mensupport pemerintahan selanjutnya.
Ia mengatakan, jikalau memang hasil kerjanya selama ini adalah keberhasilan bersama, maka ia mengimbau kepada seluruh SKPD untuk dilanjutkan keberhasilan itu.
Danny menganggap, keberhasilan yang diraih dirinya bersama Wakil Wali kota Makassar, Syamsu Rizal, bukan keberhasilan semata-mata Danny pomanto saja, tapi keberhasilan tersebut bersama diraihnya dengan para jajaran pemerintahan.
“Kalau kita ingin melanjutkan itu, siapapun pemimpin kedepan, semangat itu harus diambil menjadi bagian penting untuk mempertahankan Makassar jangan mundur lagi. Itu yang selalu kita tekan kan,” ungkapnya.
Sekadar diketahui, beberapa hari terakhir Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah telah mengirim tiga nama calon penjabat (pj) wali kota Makassar ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Yakni Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Sulkaf S Latief, Kepala Balitbangda Iqbal Suhaeb, dan Staf Ahli Gubernur Denny Irawan.
Mereka juga sudah memaparkan program-program yang akan dilaksanakan ketika diberi amanah sebagai pj wali kota Makassar dihadapan Gubernur Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.
Nurdin bahkan memberi beberapa bocoran siapa yang layak untuk menduduki posisi tersebut.
Ada tiga poin penting yang menjadi acuan penilaiannya. Pertama, kata Nurdin, dirinya tidak akan memilih orang yang emosional. Kedua, dia juga tidak akan merekomendasikan orang yang menyalahkan orang lain, dalam hal ini pemerintahan sebelumnya. Yang ketiga dan paling penting, kata NA, seorang penjabat harus mengetahui kapasitasnya sebagai perpanjangan tangan gubernur di Kota Makassar. Sehingga setiap keputusan yang diambil harus mendapat persetujuannya.
“Lihat presentasi kemarin. Saya tidak akan ambil orang yang emosional. Saya juga tidak akan merekemondasikan orang yang tidak jelas. Lebih banyak menyalahkan orang. Kita butuh orang yang fokus dan tahu posisi dia sebagai penjabat,” ungkap Nurdin.
Satu yang lebih spesifik disebutkannya. Yaitu, yang bersangkutan harus bisa menyelesaikan proses serah terima Jalan Metro Tanjung Bunga dari GMTD ke Pemkot Makassar.
Nurdin mengatakan, seminggu setelah ditetapkan sebagai penjabat wali kota Makassar, Jalan Metro Tanjung Bunga sudah harus menjadi fasum fasos Kota Makassar. Dan selanjutnya akan ditata dan dipercantik untuk menjadi landmark Kota Makassar.
” Metro Tanjung Bunga jadi tugas dan tanggung jawab penjabat wali kota Makassar. Kalau terpilih, seminggu kemudian, sudah diserahkan supaya kita mulai rencanakan. Jadi landmark nanti di sana,” tegas Nurdin.
Merujuk tiga kriteria yang disebutkan gubernur tersebut, bisa ditarik kesimpulan jika calon kuat yang akan menjadi penjabat wali kota Makassar adalah Denny Irawan.
Saat Denny memaparkan presentasinya, salah satu yang menjadi fokus adalah pengambilalihan Jalan Metro Tanjung Bunga. Selain itu, Denny juga sempat menyinggung jika diberi amanah sebagai penjabat wali kota Makassar, koordinasi dan arahan Pemprov Sulsel. Terutama gubernur dan wakil gubernur terus dilakukan.
Dia menambahkan, akan terus memback up penjabat wali kota yang nanti terpilih untuk melaksanakan tugas dengan baik. Jika nanti dinilai tak mampu melaksanakan tugas, yang bersangkutan kemungkinan besar akan diganti.(nug/b)

