MAKASSAR, BKM– Tak menentunya kondisi cuaca yang terjadi dalam beberapa hari ini di wilayah Kota Makassar dan sekitarnya, ternyata dipengaruhi oleh peristiwa MJO (Madden Julian Oscilation).
Menurut Prakirawan dari Badan Meteorologi, Kilimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar, Nur Asia Utami, terjadinya pertiwa MJO tersebut karena adanya siklus udara basah yang dibawa masuk ke wilayah Indonesia.
“Untuk di Sulsel, khususnya wilayah barat, sebenarnya kita sudah memasuki awal musim kemarau. Tapi beberapa hari terakhir ini ada hujan yang turun,” tukas Nur Asia Utami, saat di temui di ruang kerjanya, Kamis (2/5).
Olehnya itu, kata Asia Utami, karena adanya peristiwa MJO tersebut, menyebabkan beberapa hari ini masih terjadi hujan. Bahkan untuk esok hari masih ada hujan, tapi untuk tiga hari sampai seminggu kedepan itu akan kembali normal.
“Masih akan ada hujan tapi tidak seperti saat ini yang hujannya terjadi sepanjang hari. Biasanya osilasi MJO ini terjadi paling lama seminggu atau dua minggu. Bahkan MJO yang terjadi karena adanya osilasi siklus massa udara dari wilayah atlantik,” jelasnya.
Sebenarnya, tambah Asia, kalau MJO itu ada di kuadran 4 dan 5 akan memasuki wilayah Indonesia. Kalau kuadran 4 itu wilayah barat, kalau kuadran 5 itu wilayah timur.
Untuk kelembaban udara saat ini antara 70 sampai 95 persen. Sedangkan kondisi suhu udara yang cukup panas dirasakan akhir-akhir ini di wilayah Maksssar.
Menurut Nur itu disebabkan karena sudah memasuki awal musim kemarau, makanya panasnya sampai terik.(mat)
Cuaca tak Stabil Karena Suklus Udara Basah
×

