MAKASSAR, BKM — Lima komplotan begal digulung polisi. Empat di antaranya dilumpuhkan dengan tembakan pada bagian kaki. Dua lainnya kini masih dalam pengejaran.
Tindakan tegas tersebut diambil tim gabungan Resmob Polsek Panakkukang yang dipimpin Panit 2 Reskrim Ipda Robert Hariyanto Siga, dan Tim Khusus Polda Sulsel yang dikomandani Panit Timsus Ipda Artenius MB.
Mereka yang dihadiahi timah panas, masing-masing MH alias Ac (15), dan Muhammad Hidayat alias Dayat (21). Keduanya warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamaan Tamalanrea. Andi Syahri alias Syahri (20), warga Jalan Dr Laimena, Kecamatan Panakukkang. Serta Samsul Alam alias Pitung (25), beralamat di Jalan Rappocini Raya Inspeksi Kanal, Kecamatan Rappocini. Sementara satu lainnya yang diamankan, yakni Alim Syahraja alias Alim (33), berdomisili di Jalan Maros, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Panit Timsus Polda Sulsel Ipda Artenius MB, Minggu (12/5), menjelaskan pengungkapan komplotan begal ini. Bermula dari masuknya laporan kasus begal di Mapolsek Panakkukang. Seorang perempuan bernama Riskawaty Ilyas yang menjadi korban, sempat terjatuh dari motor yang dikendarainya.
Saat itu ia dicegat oleh komplotan pelaku. Selanjutnya diancam dengan menggunakan parang. Korban tak berkutik ketika barang berharga miliknya dibawa kabar pelaku.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Resmob Polsek Panakkukang turun melakukan penyelidikan. Seseorang yang mereka buru berhasil diketahui keberadaannya.
Sebuah rumah di wilayah Daya, Kecamatan Biringkanaya dikepung. Pelaku kemudian diringkus tanpa perlawanan. Dari tangannya diamankan barang bukti berupa gawai milik korban.
”Ketika diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Ia juga menyebut keterlibatan rekannya saat beraksi. Mereka kemudian dibawa pengembangan kasus. Empat anggota komplotannya berhasil ditangkap,” jelas Ipda Artenius, kemarin.
Dari penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Seperti satu unit gawai merek Xiomi Redmi Note 4. Satu unit gawai merek Oppo F9. Satu unit gawai merek Oppo A37. Satu unit motor Honda Vario warna putih dengan nomor polisi DD 4333 XY diduga hasil curian. Satu unit motor Yamaha Fino warna merah hitam DD 2190 SO yang digunakan saat beraksi.
Selain itu, ada pula beberapa jenis senjata tajam yang digunakan mengancam korbannya. Yakni sebilah badik, dua buah pisau dapur, satu batang anak panah besi lengkap dengan alat pelontarnya.
Usai merampungkan semua barang bukti, petugas lalu menggelandang kelima tersangka ke posko Timsus Polda Sulsel guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari penuturannya, mereka telah melakukan aksi begal sembilan titik. Terangka bergiliran saat beraksi. Bahkan di antara mereka ada juga yang pernah beraksi di Kabupaten Gowa.
Usai menjalani interogasi, kelimanya lalu digiring untuk menunjukkan barang bukti hasil tindak kriminalnya, Sabtu (11/5). Namun, dalam perjalanan empat dari kelima tersangka berusaha melakukan perlawanan hingga terlepas dari kawalan petugas.
Tak ingin hasil tangkapannya kabur begitu saja, polisi mencoba menempuh upaya persuasif. Tiga kali tembakan ke udara dilontarkan. Namun diabaikan.
Langkah kaki pelarian mereka dihentikan dengan tembakan. Setelah tak berkutik, keempat orang tersangka selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis. (ish/rus)
Lima Begal Digulung, Empat Ditembak
×

