pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ia Mulai Merambah Bisnis Berjualan Rumput Laut

BERJUALAN penganan bakpao di Jalan Hertasning Raya depan Lapangan Emmy Saelan, menjadi profesi sambilan Supu Daeng Tompo. Selain berjualan kue bakpao, pria kelahiran di Jeneponto, 1 Agustus 1971 juga membuka bisnis rumput laut.

Laporan: NUGROHO

Jualan bakpao, penganan khas masyarakat Tionghoa oleh Supu mulai melakoni sejak Januari 2016. Itu berawal saat dirinya membeli gerobak sekaligus resep pembuatan kue bakpao dari keluarganya. Pada tahun itu, gerobak serta resep pembuatan bakpao ia beli dengan harga Rp10 juta.
“Sebelum saya jualan bakpao, saya bisnis rumput laut di Jeneponto. Saya dulunya sama sekali tidak tahu resep-resep pembuatan kue ini (bakpao). Tapi ada keluarga saya yang menawari gerobak dan resep pembuatan bakpao, jadi saya beli gerobaknya dan resepnya dan melanjutkan jualan. Sampai sekarang saya jualan kue bakpao dan tetap jalani bisnis rumput laut,” sebutnya.
Sebulan sekali, Supu libur jualan bakpao. Waktu liburan jualan bakpao dibayarkan untuk mengurus bibit rumput laut di Jeneponto. Dari menyebar bibit, panen, keringkan sampai menjualnya. Ini dilakukan selama satu minggu.
“Jadi saya jualan bakpao di sini cuma dua minggu saja, lalu libur selama satu minggu untuk urus rumput laut di Jeneponto. Kalau mau dibandingkan mana lebih baik, ya dua-duanya baik. Lumayan bisa tambah-tambah uang makan dan kebutuhan keluarga,” katanya.
Dalam waktu satu bulan, Supu mampu menjual 200 kilo rumput laut. Satu kilonya dihargai sebesar Rp 20 ribu. Budidaya rumput laut juga diakui Supu tidak sulit asal rutin memperhatikan bibit-bibit yang disebar di dalam laut.
“Rumput laut yang saya jual ini untuk pembuatan agar-agar. Sudah ada pengumpul langganan datang ke rumah beli rumput laut ku. Jadi kalau sudah dari Jeneponto urus rumput laut, saya ke Makassar lagi jualan bakpao,” katanya.
Dia mengaku sangat menikmati bisnis usahanya ini. Dia juga berharap empat tahun kemudian dapat membuka satu rumah toko (ruko) untuk jualan bakpaonya hingga mengembangkan bakpao buatannya lebih luas.
Untuk menikmati penganan nikmat ini, bisa saja langsung ke Jalan Hertasning Raya depan Lapangan Emmy Saelan. Supu Daeng Tompo mengaku sudah empat tahun jualan bakpao hangat. Ada isi daging, cokelat, keju, dan kacang ijo.
Harga satu bakpao yang ditawarkan Supu, sapaan akrab nya terbilang cukup murah, yaitu sebesar Rp5 ribu. Dari empat jenis rasa yang ditawarkan, bakpao berisi daging ayam paling banyak dipesan. Namun kembali lagi semua tergantung selera masing-masing.
Kue bakpao yang dijajakannya merupakan hasil produksi istrinya yang kemudian ia jualkan setiap sore dari pukul 14:45 wita sampai pukul 21:00 wita. Usaha jualan bakpao ini cukup menjanjikan.”Sejak awal jualan pada Januari 2016, saya tidak pernah pindah tempat. Sudah empat tahun jualan bakpao di sini (Jalan Hertasning). Apalagi sudah banyak yang kenal dan cari bakpao saya,” kata Supu kepada penulis.
Agar langkahnya lebih jauh lagi mengelilingi lorong kota menawarkan panganan bakpao nya, suami Lasri itu pun memodifikasi sepeda motornya dengan menambah bak gerobak di belakang. Sehingga bakpao bulat warna putih susu di taruh ke dalam bak tersebut.
Setiap harinya, Supu membawa sebanyak 80 kue bakpao untuk dijual. Penjualan bakpao setiap hari tak menentu, dan jarang sekali semua bakpaonya laku terjual. Paling banyak bisa menjual 50 bakpao selama tujuh jam jualan.
“Jarang sekali bakpao laku semua, paling banyak setiap hari bisa 50 bakpao terjual. Untung bisa bertahan dua hari untuk satu bakpao, jadi besoknya saya bisa jualan lagi,” ucapnya.(*)



×


Ia Mulai Merambah Bisnis Berjualan Rumput Laut

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar