pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Amran Berpeluang Oppo, SYL-Aswanto Mencuat

MAKASSAR, BKM — Sejumlah tokoh dari Sulawesi Selatan mencuat untuk mengisi kabinet Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin periode mendatang. Amran Sulaiman yang saat ini menduduki posisi sebagai Menteri Pertanian berpeluang oppo.
Nama lain yang digadang-gadang masuk kabinet adalah mantan gubernur Sulsel dua periode Syahrul Yasin Limpo (SYL), hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Aswanto, Arif Rosyidi, Syafruddin, Supriansa, dan Ramli Rahim.
Amran Sulaiman dinilai memiliki kinerja yang sangat bagus selama ini. Sementara SYL diperkirakan akan diajukan Partai Nasdem ke presiden. Adapun Aswanto yang kini menjabat salah satu hakim di MK juga masuk hitungan.
Mencuatnya nama orang Sulsel masuk dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf mendapat apresiasi dari sejumlah elit partai politik pengusung pasangan Jokowi-Ma’ruf di Sulsel. Wakil ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulsel Muh Rajab, menilai jika dalam konteks figur basional sebaiknya bisa melahirnya generasi baru setelah Jusuf Kalla (JK). Tentunya figur ini hendaknya memiliki track record dan kompetensi yang selaras dengan JK.
“Nasdem akan mendorong dari kalangan internal, maupun profesional kepada Pak Jokowi. Tentu saja, perhitungan pertama untuk kemajuan dan perbaikan bangsa. Negeri ini butuh figur yang berkarakter dan pekerja. Figur yang senantiasa risau dengan keadaan rakyatnya, dan SYL memiliki itu,” ujar Rajab, Rabu (3/7).
Hal sama disampaikan Wakil Ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif. Syaharuddin juga berharap semoga para tokoh tersebut dapat diakomodir di tingkat pusat. “Kita doakan semoga hal tersebut tercapai,” ujar Syaharuddin Alrif Sekretaris DPW Nasdem Sulsel ini.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel HM Aras, mengaku sangat bersyukur jika banyak orang Sulsel yang berpeluang masuk dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf mendatang. “Bersyukur banyak orang Sulsel yang muncul. Hal itu menandakan orang Sulsel sangat diperhitungkan,” ujar Aras yang tak lama lagi dilantik sebagai anggota DPR RI ini.
Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sulsel Suzanna Kaharuddin, juga senang jika banyak orang Sulsel masuk kabinet. “Saya sebagai orang Sulsel merasa senang dan bangga. Apalagi kalau nama-nama ini yang masuk. Saya doakan yang terbaik. Asalkan menjaga nama baik Sulsel tentunya dan bisa bekerja dengan baik,” ujar legislator PKPI Sulsel dua periode ini.
Harapan tinggi pada kabinet baru yang akan dibentuk, terus digaungkan berbagai kalangan. Pembantu presiden yang berintegritas tinggi adalah salah satu kunci sukses pemerintahan.
Pengamat politik ekonomi, Ichsanuddin Noorsy memberikan analisis tajam didukung sejumlah data akurat, dia menyoroti kabinet kerja saat ini.
Menurut Ichsanuddin, hingga kini Indonesia masih terus dihantui masalah klasik mengenai ketidakpastian perekonomian. Hal ini yang membuatnya sulit memberikan penilaian positif pada jajaran kementerian di bidang ekonomi. “Sejak 2015 saya sudah menyebut pertumbuhan ekonomi tidak mungkin lebih dari 5,1 persen. Faktanya sampai sekarang terbukti,” jelas Ichsanuddin melalui rilis yang dikirim ke BKM, Selasa (2/7).
Sektor lain juga dinilai masih jauh dari harapan. Bidang hukum dan keamanan misalnya. Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dinilai hanya mencederai rasa keadilan di masyarakat.
“Sulit menemukan pejabat yang berani jujur dalam segala hal. Sebelum penentuan jabatan harusnya ada audit posisi. Sayangnya tak satupun institusi yang mampu menjawabnya,” ulasnya.
Meski memberikan penilaian negatif atas kinerja sebagian besar menteri di kabinet saat ini, Ichsanuddin tak membantah masih ada sosok yang menjadi pembeda.
Berdasarkan kinerja sejak awal bertugas, dia menilai hanya sosok Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang layak dihormati dan dihargai.
“Hanya Amran yang sukses menunjukkan kinerjanya. Dia mampu menekan tingkat inflasi di bidang pertanian. Terendah sepanjang sejarah,” pujinya.
Di tangan Amran, pertanian Indonesia kembali menggeliat. Data yang ada menyebutkan inflasi pangan terus mengalami penurunan. Dari angka 10.56 persen pada tahun 2014, menjadi 1.26 persen pada akhir 2018.
Ichanuddin menyebut, Amran masih layak mendapat kesempatan melanjutkan keberhasilannya di kabinet saat ini. Hanya saja, tantangannya akan semakin besar. Banyak pihak yang tak nyaman dengan kebijakan yang memihak petani.
“Saya menyebutkan tantangan pertanian ke depan adalah pertarungan Amran melawan para mafia pangan,” tegasnya. (arf/rus)



×


Amran Berpeluang Oppo, SYL-Aswanto Mencuat

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar